Dark/Light Mode

Buku Pendidikan Bermutu untuk Semua Ungkap Terobosan Abdul Mu’ti

Senin, 27 Oktober 2025 21:49 WIB
Peluncuran buku Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu’ti. (Foto: Dok. Kemendikdasmen)
Peluncuran buku Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu’ti. (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Buku Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu’ti resmi diluncurkan penerbit Kompas di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025). Buku ini ditulis sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan yang mengulas gagasan serta pemikiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Isi buku mencakup tujuh tema utama: Penguatan Pendidikan Karakter, Reformasi Peran dan Tata Kelola Guru, Catur Pendidikan dan Partisipasi Semesta, Pembelajaran Mendalam, Tes Kemampuan Akademik, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Berkeadilan, serta Penguatan Budaya STEM.

Ulasan dalam buku ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yakni Pendidikan Bermutu untuk Semua. Visi tersebut, kata Mu’ti, bukan sekadar slogan, melainkan amanat konstitusi dan perundang-undangan yang terus ia tekankan dalam berbagai forum.

Program strategis Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti dinilai selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin pertama dan keempat yang menekankan pembangunan manusia dan pendidikan berkualitas.

Baca juga : Kemendikdasmen Wujudkan Arah Asta Cita Lewat Pendidikan Bermutu untuk Semua

Ketua tim penyusun buku, Khelmy K. Pribadi, mengatakan buku ini merupakan bentuk penghargaan atas kiprah dan gagasan Abdul Mu’ti di dunia pendidikan. “Buku ini menyajikan himpunan pemikiran Prof. Abdul Mu’ti yang termanifestasi dalam kebijakan pendidikan. Kami dedikasikan untuk Prof. Mu’ti,” ujar Khelmy.

Dalam prolog, sahabat Mu’ti, Mike Hardy, menyoroti pandangan Mu’ti soal pentingnya pendidikan agama dan pluralisme. “Karya Mu’ti banyak menyoroti pendidikan agama dan pluralisme di Indonesia. Keragaman masih asing di sekolah Islam. Mu’ti mendorong reformasi kurikulum inklusif,” kata Mike.

Buku ini ditulis oleh para akademisi dan praktisi ternama, di antaranya Mike Hardy, Haryatmoko, Haidar Bagir, Alissa Wahid, Doni Koesoema A, Rhenald Kasali, Ki Saur Panjaitan XIII, Ismail Fahmi, Yuli Rahmawati, Ki Darmaningtyas, Maila Dinia Husni Rahiem, Stephanie Riady, Suyanto, Syamsir Alam, dan Sri Widuri.

Para penulis menilai kepemimpinan Abdul Mu’ti membawa banyak terobosan dalam transformasi pendidikan nasional. “Program transformasi yang dilakukan Kemendikdasmen disuguhkan dalam satu peta jalan komprehensif dan berpihak. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari pikiran Abdul Mu’ti,” tulis Haidar Bagir.

Baca juga : Capaian Setahun Kemendikdasmen, Hadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Doni Koesoema A menilai kebijakan baru di era Mu’ti mampu mendongkrak kualitas belajar anak-anak Indonesia.

Alissa Wahid menambahkan, “Pendidikan karakter melalui pembiasaan adalah pendekatan baru”.

Sementara Stephanie Riady menilai, pembiasaan budaya STEM merupakan terobosan penting dalam membangun ekosistem belajar berorientasi sains dan teknologi.

Abdul Mu’ti juga dikenal menekankan transformasi pendidikan berbasis nilai. Melalui kebijakan pembelajaran mendalam, ia menata ulang bukan hanya pendekatan belajar, tetapi juga kultur sekolah. Reformasi SPMB yang dijalankannya disebut sebagai bagian dari integrasi sosial dan pembangunan kohesivitas masyarakat.

Baca juga : Fahira Idris Sampaikan 4 Rekomendasi untuk LPDP Versi Jakarta Terobosan Pramono

Peluncuran buku ini menghadirkan panelis ternama, antara lain Prof. Mohammad Nuh (Mendiknas 2009–2014), Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian, penulis buku Johanes Haryatmoko, dan Stephanie Riady.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 200 tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, pejabat negara, akademisi, serta penerima manfaat kebijakan Kemendikdasmen.

Yang membuat acara semakin istimewa, hadir tiga mantan Menteri Pendidikan: Wardiman Djojonegoro (Mendikbud 1993–1998), Prof. Mohammad Nuh (Mendiknas 2009–2014), dan Prof. Muhadjir Effendy (Mendikbud 2016–2019). Kehadiran mereka menandakan dukungan terhadap visi Kemendikdasmen, Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Pemimpin Umum Harian Kompas, Lilik Oetama, dalam pengantar buku menulis pesan yang menggugah. “Suara dari Prof. Mu’ti dan para tokoh lainnya mengingatkan kita bahwa inti pendidikan tetap sama, yaitu membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Manusia yang memuliakan kehidupan harus terus digemakan,” tulis Lilik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.