Dark/Light Mode

UNDIRA Gelar Wisuda ke-3 dan Dies Natalis ke-5, Lantik 971 Lulusan

Minggu, 2 November 2025 12:54 WIB
Rektor Universitas Dian Nusantara, Prof. Suharyadi (Foto: Dok. UNDIRA)
Rektor Universitas Dian Nusantara, Prof. Suharyadi (Foto: Dok. UNDIRA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) menggelar Wisuda ke-3 sekaligus memperingati Dies Natalis ke-5 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Sabtu (1/11/2025). Acara digelar dengan tema “Membangun Generasi Unggul yang Visioner, Berintegritas, dan Profesional di Era Digital”.

Rektor Universitas Dian Nusantara, Prof. Suharyadi, dalam sambutannya, menyampaikan kebanggaan dan apresiasi kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studinya dengan gemilang.

“Tahun ini UNDIRA meluluskan 971 wisudawan dari Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS) serta Fakultas Teknik dan Informatika (FTI),” ujar Prof. Suharyadi.

Ia menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama selama enam tahun terakhir dan sejalan dengan komitmen UNDIRA sebagai institusi pendidikan yang telah terakreditasi Baik Sekali oleh BAN-PT, meskipun usianya masih muda.

Prof. Suharyadi mengingatkan, toga yang dikenakan hari itu bukan sekadar simbol akademik, tetapi hasil cinta, doa, dan pengorbanan orang tua.

“Toga ini hasil kerja keras kalian, namun perjalanan sesungguhnya baru dimulai setelah kelulusan. Gelar bukan penentu kesuksesan jangka panjang. Kreativitas, inovasi, keteguhan, dan integritas adalah pondasi sesungguhnya untuk meraih keberhasilan,” tegasnya.

Baca juga : UP Teguhkan Komitmen Merawat Nilai Pancasila di Dies Natalis ke-59

Ia menambahkan, para lulusan harus menjadi pencipta solusi, kompas moral, dan simbol intelektual dengan berpegang pada nilai VIP UNDIRA demi bangsa dan negara.

Refleksi dan Tantangan Generasi Muda

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Dian Asra, Sagoro Dharmawan, menyampaikan apresiasi kepada para lulusan dan mengajak mereka untuk merenungkan tantangan masa depan.

Menurutnya, generasi muda saat ini kerap terjebak dalam kenyamanan yang justru menumpulkan daya juang.

“Saya teringat sekolah ayah saya yang sederhana, tapi menghasilkan kesuksesan besar. Di tengah kesederhanaan, ada kekuatan untuk mengukir masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemudahan hidup di era modern kadang membuat generasi muda terlena. “Kita dikaruniai kemudahan, tapi justru itu yang membelenggu. Orang tua kita dikejar kehidupan layaknya singa, sehingga mereka berpikir maju. Era digital harusnya jadi motivasi untuk lebih kritis, adaptif, dan kreatif,” kata Sagoro.

LLDIKTI Apresiasi Capaian UNDIRA

Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Tri Munanto, menilai wisuda ini sebagai momentum berharga hasil kerja keras, doa orang tua, dan bimbingan dosen. “Gelar sarjana bukan sekadar kebanggaan, tapi tanggung jawab moral dan katalis inovasi,” ujarnya.

Baca juga : Pertamina Siapkan Talenta Energi Masa Depan, Rekrut 1.552 Lulusan Baru

Dalam kesempatan itu, Tri Munanto juga menilai peringatan Dies Natalis ke-5 menjadi ajang refleksi bagi UNDIRA untuk terus memperkuat daya saing, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“UNDIRA kini berada pada tipologi 1, dan kami yakin akreditasi Unggul tinggal menunggu waktu. Selamat Dies Natalis ke-5, semoga UNDIRA tumbuh sebagai institusi inovatif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Sandiaga Uno: Wisuda Adalah Awal, Bukan Akhir

Puncak acara diisi orasi ilmiah oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bertajuk “Peluang dan Tantangan Generasi Muda dalam Dunia Usaha dan Industri di Era Digital”. Sandiaga menegaskan, kelulusan bukan akhir perjalanan, melainkan awal memasuki universitas dunia nyata.

“Ilmu dan karakter kalian akan diuji di dunia nyata. Kelulusan ini adalah langkah awal menuju universitas kehidupan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di era disrupsi ini universitas harus menjadi laboratorium pembelajaran seumur hidup melalui proses upskilling, reskilling, dan new skilling agar lulusan tetap relevan.

Menghadapi tantangan kecerdasan buatan (AI), Sandiaga mengingatkan bahwa teknologi memiliki batas.

Baca juga : Rayakan Dies Natalis ke-27, HIMAHI UBL Siap Gelar Konser Hi-Feast

“AI tidak bisa mendidik sepenuhnya, karena hati adalah sumber kebijaksanaan. Profesionalisme yang lahir dari hati inilah yang dibutuhkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Sandiaga mendorong para lulusan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga penggerak ekonomi. “Kita bekerja bukan sekadar untuk menghasilkan, tapi untuk menggerakkan. Ekonomi kreatif adalah kunci untuk membuka peluang dan menggerakkan masyarakat,” serunya.

Menutup orasinya, Sandiaga memberikan pesan penuh semangat. “Indonesia dengan kreativitas yang mampu menembus pasar dunia punya peluang besar! Jadilah inovator, bukan sekadar pengikut. Buka peluang, berkontribusilah bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.