Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tim Ekspedisi Patriot ITB Bahas Penguatan Lembaga Ekonomi di KTM Parit Rambutan
Selasa, 11 November 2025 04:19 WIB
Sebagai bagian dari Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi–Institut Teknologi Bandung (ITB), Tim Ekspedisi Patriot ITB melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pertama di Balai Desa Tanjung Pule, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penelitian bertema “Desain Model Kolaborasi Kelembagaan Ekonomi di Kawasan Transmigrasi Parit–Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir .
Kegiatan FGD 1 ini dibuka secara resmi Erwin Sani, perwakilan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Ogan Ilir, yang turut hadir memberikan sambutan dan arahan. Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyampaikan apresiasi atas inisiatif Tim Ekspedisi Patriot ITB yang berperan aktif dalam mendukung penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat transmigrasi, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga akademik, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal di kawasan transmigrasi Parit–Rambutan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin Prof. Sri Maryati, Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB sekaligus Ketua Tim Ekspedisi Patriot ITB KTM Parit–Rambutan. Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala desa, pengurus BUMDes, koperasi desa, serta perwakilan masyarakat dari sembilan desa transmigrasi di kawasan Parit–Rambutan, yang bersama-sama membahas arah pengembangan kelembagaan ekonomi di wilayah tersebut.
Dalam pemaparannya, Prof. Sri Maryati menegaskan pentingnya membangun kolaborasi kelembagaan ekonomi yang kuat di tingkat desa sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga membagikan contoh praktik terbaik (best practice) dari Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, yang dinilai berhasil menciptakan model kemitraan antara peternak, koperasi, dan industri pengolahan susu sebagai inspirasi bagi pengembangan ekonomi berbasis kolaborasi di kawasan transmigrasi Parit–Rambutan.
“Melalui wadah koperasi, para peternak di Pangalengan mampu berorganisasi, menjual susu secara kolektif, serta memperoleh dukungan dari pemerintah maupun mitra industri. Sistem pengumpulan dan pengolahan yang terstandar menjadikan kualitas produk meningkat dan pendapatan peternak naik signifikan,” jelasnya.
Prof. Sri menambahkan bahwa model seperti KPBS menunjukkan bagaimana keterpaduan antara masyarakat, kelembagaan lokal, dan kemitraan industri dapat membentuk rantai nilai ekonomi yang berkelanjutan. Konsep tersebut, menurutnya, dapat diadaptasi di kawasan KTM Parit–Rambutan dengan mengembangkan potensi lokal seperti kelapa sawit, peternakan, serta produk olahan khas desa.
Diskusi berlangsung aktif dengan beragam topik yang diangkat peserta. Beberapa isu utama yang muncul antara lain lemahnya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, minimnya akses permodalan, serta keterbatasan infrastruktur produksi. Selain itu, peserta juga menyoroti potensi ekonomi yang belum tergarap optimal, seperti pengolahan air minum di Desa Sungai Rambutan, peternakan kambing di Desa Tanjung Pule, serta produksi olahan lokal seperti keripik dan daun bidara di Desa Pulau Semambu.
Pada akhir kegiatan, peserta FGD sepakat bahwa kolaborasi antar desa dan penguatan kelembagaan ekonomi merupakan kunci untuk mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi Parit–Rambutan. Hasil dari diskusi ini diharapkan menjadi pijakan bagi perumusan model kelembagaan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang.
Hasil identifikasi isu dan masukan yang diperoleh dari FGD 1 ini akan menjadi dasar pembahasan lanjutan pada FGD 2 yang akan dilaksanakan bersama Dinas Transmigrasi Kabupaten Ogan Ilir pada 7 November 2025. Pertemuan berikutnya diharapkan mampu merumuskan langkah konkret untuk memperkuat model kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi secara terpadu dan berkelanjutan.
Raihan, M.B
Tim Patriot ITB KTM Parit Rambutan
Tim Patriot ITB KTM Parit Rambutan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya