Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dodol Bojong Gede Naik Kelas, Sentuhan Universitas Sahid untuk UMKM Lokal
Senin, 10 November 2025 12:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dodol, camilan manis khas nusantara, kini naik kelas di tangan para pengrajin lokal Bojong Gede. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung sejak 4 Agustus hingga 30 Oktober 2025, tim dosen Universitas Sahid yang terdiri dari Kasman, Dr. Diny A. Sandrasari, dan Dedy Wahyudi, mendampingi UMKM Dodol D’Tungku Hj. Muhaya agar mampu bersaing di pasar modern.
Program ini fokus pada peningkatan kualitas produksi, manajemen keuangan sederhana, serta pemasaran digital agar dodol lokal bisa menembus pasar yang lebih luas.
Dari Dapur Tradisional ke Produksi Modern
Selama ini, pengrajin Dodol D’Tungku masih mengandalkan proses produksi manual dan kemasan sederhana, dengan jangkauan pasar terbatas di sekitar Bojong Gede, Bogor. Padahal, menurut tim dosen, dodol memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh khas daerah.
“Dodol punya potensi besar sebagai oleh-oleh khas daerah. Hanya saja butuh sentuhan teknologi, inovasi, dan pemasaran agar lebih diminati,” ujar salah satu dosen pendamping.
Baca juga : Dukung UMKM Naik Kelas, Ipemi Gelar Anugerah Penggerak UMKM 2025
Tim Universitas Sahid memberikan pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), inovasi varian rasa, hingga teknik pengemasan modern untuk memperpanjang umur simpan produk.
“Dengan penerapan CPPOB dan teknologi pengadukan modern, dodol yang dihasilkan menjadi lebih higienis, tahan lama, dan menarik secara visual,” jelas Dr. Diny.
Selain di dapur, para pengrajin juga dilatih mengelola keuangan dan memasarkan produk melalui platform digital.
Sentuhan Teknologi
Program ini tak berhenti di pelatihan. Tim PkM juga memberikan bantuan mesin pengaduk dodol modern yang mempercepat proses produksi dan meningkatkan kapasitas harian. Ruang produksi diperbaiki agar lebih higienis, sementara kemasan dibuat lebih menarik dan tahan lama — sesuai standar pasar modern.
Baca juga : DADA Jajaki Kerja Sama Dengan Investor Untuk Penguatan Bisnis Dan Modal
Didampingi mahasiswa Arrafi Shidqi dan Willy Gunawan, pengrajin juga dilatih membuat akun TikTok, Instagram, dan Facebook untuk memperluas jangkauan pasar.
“Dengan platform ini, kami berharap Dodol D’Tungku mampu menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan,” tutur Kasman.
Hasilnya mulai terlihat. Dodol D’Tungku kini tampil dengan kemasan modern, daya simpan lebih lama, dan mulai dikenal di luar daerah.
“Dengan media sosial, kami bisa menjangkau pembeli dari luar daerah. Banyak yang tertarik setelah melihat tampilan produk kami,” ungkap Nurhayati, Ketua kelompok pengrajin Dodol Bojong Gede.
Baca juga : Wali Kota Sorong Dukung TKA: Selaras dengan Visi Kami Bentuk SDM Unggul
“Kami jadi lebih percaya diri menjual produk karena tampilannya sudah modern, bahkan mulai ada pesanan dari luar daerah,” tambah salah satu pengrajin. Penjualan pun perlahan meningkat, membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru.
Menuju Produk Unggulan
Program ini bukan hanya soal peningkatan ekonomi, tapi juga membangun kesadaran pentingnya menjaga kualitas dan inovasi produk. Ke depan, tim PkM berencana mendampingi pengrajin untuk mendapatkan sertifikasi PIRT dan Halal, memperkuat manajemen keuangan, serta memperluas distribusi ke toko oleh-oleh.
“Harapan kami, Dodol D’Tungku bisa menjadi ikon pangan lokal Bojong Gede yang tak hanya digemari masyarakat sekitar, tapi juga mampu bersaing di pasar nasional,” ucap tim pendamping.
Dengan dukungan dosen dan mahasiswa Universitas Sahid, UMKM Dodol D’Tungku Hj. Muhaya siap melangkah ke era digital dan modernisasi produksi untuk bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya