Dark/Light Mode

Universitas Harkat Negeri Hidupkan TLFF untuk Dorong Ekonomi Hijau

Selasa, 7 April 2026 15:48 WIB
Foto: Universitas Harkat Negeri.
Foto: Universitas Harkat Negeri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Harkat Negeri melalui pusat kajian SUSTAINABILITAS meluncurkan kembali Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF) sebagai platform strategis pembiayaan dan edukasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap target iklim dan pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Peluncuran TLFF ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Direktur SUSTAINABILITAS, William Sabandar, dan Sekretaris Jenderal Global Alliance for a Sustainable Planet, Satya Tripathi, di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

TLFF sendiri pertama kali diluncurkan pada 2016 sebagai platform pembiayaan berbasis kolaborasi (blended finance) yang melibatkan berbagai lembaga internasional seperti UN Environment Programme (UNEP), World Agroforestry (ICRAF), serta pelaku industri keuangan.

Baca juga : Living Law Universitas Janabadra, Upaya Hidupkan Hukum Perdata di Masyarakat

Platform ini berfokus pada pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek berkelanjutan, termasuk pertanian ramah lingkungan dan energi terbarukan, sekaligus menekan deforestasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di pedesaan.

Inisiatif ini juga tidak lepas dari kontribusi almarhum Kuntoro Mangkusubroto, yang pernah menjabat sebagai Menteri ESDM (1998–1999), Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias, serta Kepala UKP4 periode 2009–2014.

Sebagai pusat kegiatan, SUSTAINABILITAS menghadirkan ruang kerja dan kajian di Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Lokasi ini dipilih sebagai representasi gaya hidup urban berbasis keberlanjutan, dengan mendorong penggunaan transportasi publik dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

William Sabandar menegaskan, SUSTAINABILITAS akan menjadi “rumah” bagi pengembangan TLFF ke depan.

Baca juga : Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Dorong Perekonomian Desa Empang Baru

“SUSTAINABILITAS adalah rumah bagi TLFF. Di sini kami akan mengembangkan kajian, rekomendasi kebijakan, kemitraan, investasi, hingga pemberdayaan komunitas dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam seluruh program SUSTAINABILITAS, baik di Jakarta maupun Tegal.

Sementara itu, Satya Tripathi menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi hijau, seiring dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi cadangan karbon yang signifikan.

“Dibandingkan 10 tahun lalu, Indonesia memiliki peluang dan tantangan yang sama besar. Dengan potensi cadangan karbon sekitar 600 juta ton, Indonesia dapat menjadi pusat kegiatan TLFF yang berdampak nyata bagi ekosistem dan ekonomi,” jelasnya.

Baca juga : Gerindra Dorong KMP Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2030 dan 2060. Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, turut menegaskan pentingnya peran institusi dalam memastikan keberlanjutan gagasan.

“Ide hanya akan berdampak jika diwadahi oleh institusi. Institusi akan melahirkan kepemimpinan, kebijakan, dan aksi yang berkelanjutan,” ujarnya saat membuka diskusi.

Acara ini dihadiri sekitar 50 pegiat lingkungan (environment champions) yang memiliki pengalaman di bidang keberlanjutan.

Hasil diskusi diharapkan menjadi pijakan langkah strategis TLFF dan SUSTAINABILITAS dalam mendorong ekonomi hijau serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.