Dark/Light Mode

Arief Hidayat Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Emeritus Universitas Borobudur

Sabtu, 2 Mei 2026 17:12 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi hukum di Indonesia dengan menghadirkan Prof. Dr. Arief Hidayat sebagai Dosen Tetap Guru Besar Emeritus.

Prof. Arief Hidayat dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia hukum nasional. Ia memulai karier akademiknya di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, sebelum kemudian mengabdikan diri sebagai Hakim Konstitusi (MK) dan menjabat Ketua MK periode 2015–2018.

Setelah menyelesaikan masa baktinya di Universitas Diponegoro, ia kembali ke dunia pendidikan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa pascasarjana di Universitas Borobudur.

Prosesi pengukuhan berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) di Auditorium Universitas Borobudur, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri para guru besar dari berbagai universitas di Indonesia sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Prof. Arief dalam menjaga konstitusi dan mengembangkan ilmu hukum.

Baca juga : Cermati Luncurkan Fitur Cetak Emas Fisik Untuk Nasabah

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Arief mengangkat judul “Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang”. Ia menekankan pentingnya memahami negara hukum secara lebih substantif dalam kerangka demokrasi yang berketuhanan dan berkebudayaan.

“Perkenankanlah saya menyampaikan pidato pengukuhan sebagai awal pertanggungjawaban saya dalam menerima jabatan Profesor Emeritus dalam bidang Hukum Tata Negara pada Universitas Borobudur,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan refleksi mendalam terhadap masa depan Indonesia.

“Marilah kita bersama-sama melakukan introspeksi, berkontemplasi, dan berpikir serius tentang masa depan bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tambahnya.

Kehadiran Prof. Arief diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan akademik, khususnya pada Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur yang terus berkembang sebagai program unggulan.

Baca juga : Universitas Mercu Buana Kukuhkan 2 Guru Besar Perempuan di Hari Kartini

Saat ini, program tersebut diperkuat oleh sejumlah guru besar, antara lain Faisal Santiago, Zudan Arif Fakrulloh, dan Ade Saptomo.

Program ini juga telah meraih akreditasi unggul dengan nilai 375, tertinggi di kalangan perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Prof. Dr. Faisal Santiago, menegaskan bahwa akreditasi unggul menjadi faktor penting bagi mahasiswa dalam pengembangan karier.

“Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur terus berkomitmen menjaga mutu akademik dan kualitas dosen hingga jenjang tertinggi,” ujarnya.

Saat ini, program tersebut memiliki 440 mahasiswa aktif dan telah meluluskan 387 alumni.

Baca juga : Wamen Fajar Pastikan Sekolah Rakyat Didukung Guru Berkualitas

Pada tahun akademik 2025/2026 tercatat 169 mahasiswa baru, sementara untuk tahun akademik 2026/2027 yang akan dimulai September 2026, sudah ada 29 calon mahasiswa yang mendaftar.

Selain akreditasi unggul, Universitas Borobudur juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 sebagai bukti tata kelola yang baik.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Megawati Soekarnoputri, Mahfud MD, Ganjar Pranowo, Hasto Kristiyanto, serta Yasonna Laoly, bersama sejumlah pejabat dan akademisi lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.