Dark/Light Mode

2 Dosen FKDK Budi Luhur University Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Selasa, 3 Februari 2026 18:59 WIB
Pengukuhan dua dosen Budi Luhur University menjadi guru besar. (Foto: Dok. BLU)
Pengukuhan dua dosen Budi Luhur University menjadi guru besar. (Foto: Dok. BLU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Budi Luhur University kembali menorehkan prestasi akademik. Melalui Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif (FKDK), dua dosen terbaiknya resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, di Auditorium Grha Mahardika Bujana, Budi Luhur University, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Keduanya adalah Prof. Umaimah Wahid sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Politik, dan Prof. Dudi Iskandar sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Massa. Prof. Umaimah dan Prof. Dudi menegaskan, pengukuhan Guru Besar bukanlah puncak karier akademik, melainkan awal dari tanggung jawab dan kontribusi keilmuan yang lebih besar bagi kampus, masyarakat, dan bangsa.

“Pengukuhan ini justru menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar melalui riset, pemikiran kritis, dan karya akademik yang berdampak luas,” kata Prof. Umaimah.

Dalam bidang komunikasi politik, Prof. Umaimah menekankan peran strategis komunikasi dalam menjaga kualitas demokrasi dan membangun literasi politik masyarakat, terutama di tengah transformasi media digital.

Baca juga : 3 Peran Universitas dalam Bencana

Pandangan tersebut sejalan dengan disertasinya berjudul “Media Massa dan Hegemoni Negara terhadap Realitas Perempuan: Analisis Gramscian terhadap Perjuangan Gerakan Affirmative Action Kuota 30 Persen”, yang mengkaji relasi kekuasaan, media, dan perjuangan representasi perempuan di ruang politik.

“Di era digital, masyarakat banyak belajar politik melalui media. Karena itu, komunikasi politik berperan besar dalam membentuk literasi politik publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan utama saat ini adalah pemanfaatan ruang digital secara sehat agar masyarakat semakin kritis dan tidak mudah terpolarisasi.

“Tantangan hari ini adalah bagaimana ruang digital dimanfaatkan secara sehat, agar masyarakat semakin kritis, tidak mudah terpolarisasi, dan mampu menyaring informasi secara bertanggung jawab,” tegas Prof. Umaimah.

Baca juga : Keponakan Prabowo Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

Sementara itu, Prof. Dr. Dudi Iskandar menyoroti pentingnya jurnalisme sebagai penyedia informasi publik yang terkonfirmasi, terverifikasi, dan berimbang.

Hal tersebut tercermin dalam disertasinya berjudul “Representasi Ideologi Kekuasaan dalam Konvergensi Media (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Pemberitaan Kampanye Pemilihan Presiden 2014 di Kompas Grup, Media Grup, dan MNC Grup)”.

“Jurnalisme harus kembali pada fungsi utamanya sebagai ruang diskusi publik,” ujar Prof. Dudi.

Menurutnya, derasnya arus informasi digital menuntut penguatan literasi media agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks dan disinformasi.

Baca juga : BRI Super League, Persita Bungkam Arema di Kanjuruhan

“Di tengah arus informasi yang begitu deras, literasi media menjadi kunci agar publik tidak mudah terjebak hoaks dan disinformasi,” pungkasnya.

Pengukuhan dua Guru Besar ini menjadi momentum penting bagi Budi Luhur University dalam memperkuat kultur akademik, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas kontribusi keilmuan di bidang komunikasi yang kritis, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.