Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
STIK Lemdiklat Polri Cetak Pakar Kepolisian Baru dari Kalangan Sipil
Kamis, 11 Juni 2026 17:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia kembali memperoleh tambahan sumber daya intelektual di bidang kepolisian dengan lahirnya seorang pakar kepolisian dari kalangan sipil yang menempuh pendidikan doktoral di STIK Lemdiklat Polri, institusi yang dikenal sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan kepolisian di Indonesia.
Sosok tersebut adalah Rangga Afianto, advokat sekaligus kader Gerakan Pemuda Ansor, yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian dengan predikat cum laude.
Pencapaian ini dinilai penting tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi perkembangan ilmu kepolisian nasional karena menghadirkan perspektif sipil dalam kajian yang selama ini identik dengan lingkungan internal kepolisian.
Keberhasilan Rangga menegaskan bahwa Ilmu Kepolisian merupakan disiplin ilmu yang bersifat universal dan terbuka bagi seluruh elemen bangsa.
Baca juga : OTT BPK, KPK Kembali Tetapkan Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Suap
Sebagai lembaga pendidikan tinggi kepolisian tertinggi di Indonesia, STIK Lemdiklat Polri kembali menunjukkan perannya sebagai ruang akademik yang mampu melahirkan pemikir, peneliti, dan pakar yang memiliki perhatian terhadap tata kelola keamanan, penegakan hukum, serta penguatan institusi kepolisian dalam negara demokratis.
Dalam sidang promosi doktoralnya, Rangga mengangkat disertasi berjudul “Police Oversight & Accountability: Studi tentang Independensi dan Eksistensi Kelembagaan Kompolnas".
Penelitian tersebut mengkaji pentingnya penguatan kelembagaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai instrumen pengawasan eksternal terhadap Polri guna memperkuat mekanisme checks and balances, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan fungsi kepolisian.
Tema tersebut dinilai relevan dengan dinamika reformasi kepolisian yang terus berkembang.
Baca juga : RUU Polri Disahkan, PDIP Ingatkan Polisi untuk Tetap Berpihak pada Rakyat
Kehadiran akademisi dan praktisi hukum dari kalangan sipil yang mendalami Ilmu Kepolisian hingga tingkat doktoral diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan, memperkuat pengawasan demokratis, serta membangun hubungan yang semakin konstruktif antara kepolisian dan masyarakat.
Sidang promosi doktor tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai penguji, antara lain Dedi Prasetyo, Otto Hasibuan, dan Bambang Soesatyo.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan kajian ilmu kepolisian sebagai instrumen penting dalam penguatan tata kelola keamanan dan penegakan hukum nasional.
Lebih dari sekadar capaian akademik personal, kelulusan doktoral ini menjadi simbol semakin terbukanya ruang dialog antara institusi kepolisian dan masyarakat sipil dalam ranah keilmuan.
Baca juga : Agus Fatoni: Kemandirian Fiskal Lahir dari Keberanian Berinovasi
Di tengah tuntutan publik akan institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya, kehadiran pakar-pakar kepolisian dari berbagai latar belakang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan berbasis riset, penguatan akuntabilitas, serta reformasi kelembagaan yang berkelanjutan.
Dengan lahirnya doktor Ilmu Kepolisian dari kalangan sipil ini, Indonesia memperoleh tambahan kekuatan intelektual yang dapat menjembatani perspektif akademik, profesi hukum, masyarakat sipil, dan kepolisian.
Hal tersebut sekaligus menegaskan posisi STIK Lemdiklat Polri sebagai pusat unggulan pengembangan Ilmu Kepolisian yang tidak hanya mencetak pemimpin kepolisian, tetapi juga melahirkan pemikir dan pakar yang berkontribusi bagi kemajuan sistem keamanan dan penegakan hukum nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya