Dark/Light Mode

UIN Jakarta Jadi Tuan Rumah AIUA 2026, Dorong Integrasi Sains dan Islam

Rabu, 24 Juni 2026 14:35 WIB
UIN Jakarta Jadi Tuan Rumah AIUA 2026, Dorong Integrasi Sains dan Islam

RM.id  Rakyat Merdeka - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menjadi tuan rumah International Seminar and The 15th Annual General Meeting Asian Islamic Universities Association (AIUA) yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026.

Mengusung tema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development”, forum ini menjadi wadah strategis bagi para pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara di Asia untuk membahas masa depan pendidikan tinggi Islam.

Dalam sesi keynote address, Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019 Jusuf Kalla menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pendidikan Islam.

Menurutnya, kekuatan umat Islam di masa depan sangat bergantung pada kemampuan menguasai kemajuan teknologi dan ekonomi.

“Kekuatan kita tidak akan maksimal jika hanya bertumpu pada aspek agama tanpa kemajuan teknologi dan ekonomi. Ekonomi yang kuat adalah fondasi bagi keberlangsungan dakwah dan sosial. Kita harus belajar dari model pendidikan yang mampu menyandingkan agama dengan kemajuan sains. Tanpa penguasaan teknologi dan semangat entrepreneurship, sulit bagi sebuah negara untuk mencapai kemajuan yang nyata,” ujar Jusuf Kalla.

Baca juga : Jakarta Kreatif Festival 2026 Perkuat Digitalisasi Ekonomi di Ibukota

Ia juga menafsirkan doa “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah” sebagai dorongan untuk meraih kesejahteraan dunia melalui inovasi, kemajuan ilmu pengetahuan, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Senada dengan itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Presiden AIUA.Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam harus berani melakukan transformasi besar dalam menghadapi tantangan global.

“Kami tidak lagi mengenal dikotomi antara ilmu agama dan sains. Justru, kami mengintegrasikan keduanya agar saling menguatkan. UIN Jakarta berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya mendalami ilmu keagamaan secara mendalam, tetapi juga menguasai teknologi dan memiliki semangat kewirausahaan yang moderat, humanis, serta solutif terhadap problematika global,” ujarnya.

Menurut Prof. Asep, AIUA 2026 menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat antarperguruan tinggi Islam di kawasan ASEAN.

Dengan partisipasi lebih dari 40 perguruan tinggi dari tujuh negara, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, asosiasi ini tengah merumuskan langkah konkret untuk merespons berbagai tantangan regional melalui diplomasi akademik.

Baca juga : IKALUIN Siap Gelar Award 2026, Apresiasi Alumni Berprestasi Dan Inspiratif

Forum yang dihadiri sekitar 150 hingga 200 delegasi tersebut juga menyoroti peran pendidikan tinggi dalam membangun perdamaian dunia.

Jusuf Kalla menilai, kampus Islam memiliki tanggung jawab untuk menawarkan solusi berbasis penguatan ekonomi dan intelektual.

“Dalam dunia yang kompleks, perdamaian adalah jalan rasional ketika ambisi dominasi tidak lagi bisa dicapai melalui konfrontasi. Kampus-kampus Islam di Asia harus mampu menyuarakan perdamaian dunia dengan basis kekuatan intelektual dan ekonomi yang kuat,” katanya.

Di sela-sela agenda pertemuan, Prof. Asep turut menyampaikan perkembangan status kelembagaan UIN Jakarta yang saat ini berada pada tahap akhir menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Menurutnya, status PTNBH akan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kemandirian, fleksibilitas, dan daya saing kampus di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga : DKI Jakarta Perkuat Pengendalian Banjir dengan CCTV Terintegrasi

“PTNBH adalah instrumen krusial bagi kami untuk menjadi lebih mandiri, lincah, dan kompetitif. Semangat kewirausahaan yang didorong oleh Bapak Jusuf Kalla sejalan dengan visi PTNBH kami, di mana pendidikan tinggi harus menjadi pusat inovasi, teknologi, dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan yang digelar di Auditorium Harun Nasution tersebut akan mencapai puncaknya pada 25 Juni 2026 melalui The 15th AIUA Annual General Meeting, yang akan menetapkan Rencana Strategis AIUA 2026–2028.

Pertemuan ini diharapkan menghasilkan policy brief yang merekomendasikan peran lebih aktif perguruan tinggi Islam dalam mewujudkan tatanan dunia yang damai, inklusif, serta memiliki daya saing global yang kuat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.