Dark/Light Mode

Paspor Hilang, Emak Ijah Tetap Bisa Pulang

Sabtu, 6 Juni 2026 09:12 WIB
Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Bekasi memasuki Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, saat akan kembali ke Tanah Air, Senin (1/6/2026). (Foto: MCH 2026)
Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Bekasi memasuki Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, saat akan kembali ke Tanah Air, Senin (1/6/2026). (Foto: MCH 2026)

Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi dari Tanah Suci, Makkah

RM.id  Rakyat Merdeka - Isak tangis sempat pecah di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, saat proses pemulangan jemaah haji Indonesia berlangsung, Rabu (3/6/2026). Di tengah antrean kepulangan menuju Tanah Air, seorang jemaah asal Jakarta bernama Siti Khodijah mendadak panik setelah menyadari paspor miliknya hilang.

Perempuan berusia 61 tahun yang akrab disapa Emak Ijah itu sempat diliputi kecemasan. Dia khawatir tidak dapat pulang bersama rombongannya dan harus tertinggal di Arab Saudi akibat kehilangan dokumen perjalanan yang sangat penting.

“Tadinya nangis Emak. Katanya Emak enggak boleh pulang. Akhirnya Emak nangis,” katanya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di Bandara Jeddah.

Emak Ijah merupakan jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 4. Dalam kehidupan sehari-hari, dia dikenal sebagai pedagang kopi keliling di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kehilangan paspor membuat keberangkatannya menuju Tanah Air sempat tertunda. Namun situasi tersebut tidak berlangsung lama karena petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Bandara segera mengambil langkah cepat.

Sekretaris Daker Bandara, Aruji Maswatu, menjelaskan bahwa begitu laporan kehilangan diterima, petugas langsung memprioritaskan penanganan administrasi untuk memastikan jemaah tetap dapat kembali ke Indonesia.

Baca juga : BGN: Kabar Penghentian Dana SPPG Hoaks, Layanan Tetap Berjalan

Menurutnya, mekanisme yang ditempuh adalah mengajukan permohonan kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah guna menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti dokumen yang hilang.

“Nah, ini penanganannya adalah kami di Daerah Kerja Bandara membuat permohonan ke KJRI untuk diterbitkan SPLP. Setelah terbit, dokumen tersebut langsung digunakan untuk proses kepulangan jemaah,” ujar Aruji.

Tak hanya mengurus dokumen, petugas juga memastikan kondisi psikologis Emak Ijah tetap terjaga. Dia kemudian dibawa ke Hotel Ashil, fasilitas penginapan yang disiapkan Daker Bandara, untuk beristirahat sambil menunggu proses penerbitan dokumen selesai.

Perhatian petugas tidak berhenti sampai di situ. Salah seorang petugas, Wahidin Hasan, turut menghubungi keluarga Emak Ijah di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar keluarga mengetahui kondisi sebenarnya dan tidak khawatir.

Komunikasi dengan keluarga terbukti membuat Emak Ijah jauh lebih tenang. Dia merasa tidak sendirian menghadapi persoalan yang menimpanya menjelang kepulangan.

Aruji mengatakan, setelah SPLP diterbitkan, nama jemaah akan segera dimasukkan ke jadwal penerbangan yang tersedia. Dengan demikian, jemaah tidak harus menunggu terlalu lama untuk kembali ke Tanah Air.

Kasus yang dialami Emak Ijah ternyata bukan satu-satunya. Kepala PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, mengungkapkan bahwa pada hari yang sama terdapat dua jemaah yang dilaporkan kehilangan paspor.

Baca juga : Quartararo Kehilangan Motivasi Usai Terpuruk di Mugello

“Hari ini ada dua jemaah haji yang kehilangan paspor,” katanya.

Selain Siti Khodijah dari kloter JKG 4, jemaah lain yang mengalami kejadian serupa adalah Abas Suganda dari kloter KJT 04. Kedua kasus tersebut langsung ditangani melalui koordinasi intensif antara Daker Bandara dan KJRI Jeddah.

PPIH bersama Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah bergerak cepat untuk mempercepat penerbitan SPLP sehingga kedua jemaah tidak mengalami hambatan berkepanjangan dalam proses kepulangan.

Kepala Daker Bandara menjelaskan, penanganan kedua jemaah berjalan lancar. Abas Suganda tetap dapat terbang bersama kloternya, sementara Siti Khodijah dimutasi ke kloter KJT 5 setelah dokumen penggantinya selesai diterbitkan.

Kecepatan proses tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak KJRI Jeddah. Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah, Okky Aditya Yaqsa, menegaskan bahwa pelayanan terhadap jemaah haji menjadi prioritas utama, terutama dalam kondisi darurat seperti kehilangan paspor.

“KJRI berkomitmen menyelesaikan proses SPLP secepat mungkin demi pelayanan terbaik kepada jemaah haji. KJRI juga mendukung penuh PPIH Arab Saudi,” ujarnya.

Atas dukungan tersebut, PPIH Arab Saudi menyampaikan apresiasi kepada jajaran KJRI Jeddah yang dinilai sangat responsif dalam membantu penyelesaian persoalan administrasi jemaah.

Baca juga : Jelang Pledoi, Nadiem Mengaku Masih Jalani Masa Pemulihan

Bagi Emak Ijah, berakhirnya persoalan paspor yang hilang menjadi momen yang sangat mengharukan. Tangis yang sebelumnya muncul karena ketakutan tidak bisa pulang berubah menjadi rasa syukur yang mendalam.

Dia mengaku hanya mampu membalas kebaikan para petugas dengan doa. Menurutnya, sejak berada di Madinah, Makkah, hingga menjelang kepulangan di bandara, para petugas selalu memberikan pelayanan yang tulus dan penuh perhatian.

“Ya Allah, terima kasih para petugas haji yang di Madinah maupun yang di hotel. Petugas-petugasnya istimewa semua. Emak cuma punya doa, mudah-mudahan mereka dipanjangkan kesehatannya, umurnya, dan diberikan ketulusan hati dalam menjalankan tugas,” katanya haru.

Kisah Emak Ijah menjadi pengingat penting bagi seluruh jemaah haji yang masih menunggu jadwal kepulangan agar menjaga dokumen perjalanan dengan baik. PPIH mengimbau jemaah untuk selalu menyimpan paspor di tempat aman dan tidak sembarangan mengeluarkannya selama proses perjalanan.

Di balik insiden yang sempat membuat suasana bandara tegang itu, sinergi cepat antara petugas PPIH Arab Saudi dan KJRI Jeddah akhirnya memastikan tidak ada jemaah yang terlantar. Pelayanan yang sigap dan humanis menjadi kunci sehingga para tamu Allah tetap dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan tenang. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.