Dark/Light Mode

Transformasi Digital, AI Jadi Kompetensi Strategis Dunia Bisnis

Rabu, 8 Juli 2026 15:45 WIB
Dosen Universitas Esa Unggul, Prof. Dr. Ahmad Hidayat Sutawidjaya saat menjadi narasumber Webinar Nasional bertajuk Empowering Young Entrepreneurs in the Era of Digital Transformation 5.0: From Passion to Action, yang digelar Program Studi S1 Bisnis Universitas STEKOM, Rabu (8/7/2026). (Foto:Dok. Universitas Esa Unggul)
Dosen Universitas Esa Unggul, Prof. Dr. Ahmad Hidayat Sutawidjaya saat menjadi narasumber Webinar Nasional bertajuk Empowering Young Entrepreneurs in the Era of Digital Transformation 5.0: From Passion to Action, yang digelar Program Studi S1 Bisnis Universitas STEKOM, Rabu (8/7/2026). (Foto:Dok. Universitas Esa Unggul)

RM.id  Rakyat Merdeka - Artificial Intelligence (AI) tak lagi sekadar teknologi masa depan. Kini, AI telah menjadi kompetensi strategis yang menentukan daya saing dunia usaha di era transformasi digital.

Hal itu disampaikan dosen Universitas Esa Unggul, Prof. Dr. Ahmad Hidayat Sutawidjaya saat menjadi narasumber Webinar Nasional bertajuk Empowering Young Entrepreneurs in the Era of Digital Transformation 5.0: From Passion to Action, yang digelar Program Studi S1 Bisnis Universitas STEKOM, Rabu (8/7/2026).

Dalam paparannya, Prof Ahmad mengatakan, perusahaan yang mampu mengintegrasikan AI secara tepat akan lebih adaptif menghadapi perubahan, lebih inovatif menciptakan nilai tambah, serta lebih efisien menjalankan proses bisnis.

Baca juga : Prabowo Dorong Sabang–Andaman Jadi Koridor Strategis Baru RI–India

"Artificial Intelligence bukan hanya teknologi, tetapi telah menjadi kompetensi bisnis bernilai tinggi. Organisasi yang mampu mengintegrasikan AI akan memiliki daya saing yang lebih kuat," ujar Prof Ahmad.

Menurut dia, pemanfaatan AI kini telah bergeser dari sekadar otomatisasi pekerjaan menuju transformasi bisnis secara menyeluruh.

AI dapat diterapkan di berbagai lini, mulai dari administrasi, penyusunan laporan, layanan pelanggan, pemasaran, analisis data, hingga pengembangan produk dan inovasi model bisnis.

Baca juga : Prabowo: Transformasi Besar Indonesia Butuh Stabilitas Dan Polri Kuat

Bagi pelaku usaha muda, lanjut dia, AI juga menjadi akselerator bisnis karena mampu membantu menyusun ide usaha, membaca kebutuhan pasar, membuat konten pemasaran, menganalisis perilaku konsumen, hingga meningkatkan kualitas layanan secara lebih cepat dan efisien.

Meski demikian, Prof Ahmad mengingatkan penerapan AI harus dibarengi tata kelola yang baik. Organisasi perlu memperhatikan aspek etika, perlindungan data pribadi, potensi bias algoritma, penyalahgunaan teknologi deepfake, serta memastikan setiap keputusan penting tetap berada di bawah pengawasan manusia.

"AI paling efektif bukan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai mitra kerja. Manusia tetap memegang peran dalam kreativitas, empati, penilaian etis, dan pengambilan keputusan akhir," tegasnya.

Baca juga : Wamenkop Tekankan Pentingnya Transformasi Digital Dalam Tata Kelola Koperasi

Dia menambahkan, keberhasilan transformasi AI tidak hanya ditentukan kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan organisasi dalam mengubah pola pikir, budaya kerja, serta proses pengambilan keputusan.

Prof Ahmad juga memaparkan tahapan transformasi bisnis berbasis AI, mulai dari awareness, adoption, integration, automation, hingga transformation. Menurutnya, proses tersebut harus dilakukan secara bertahap agar implementasi AI benar-benar memberikan nilai tambah bagi organisasi.

"Transformasi AI bukan dimulai dari teknologi, tetapi dari kesiapan organisasi untuk mengubah cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan secara lebih adaptif, inovatif, serta bertanggung jawab," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.