Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
SMP IL Kapten Fatubaa Raih Juara Utama AIA Healthiest Schools Competition 2026
Kamis, 9 Juli 2026 10:45 WIB
Sebelumnya
SMP IL Kapten Fatubaa merupakan sekolah yang berada di wilayah perbatasan terpencil di Desa Fatubaa, Kabupaten Belu, NTT, Indonesia. Para siswa harus menempuh perjalanan sejauh 12 kilometer melewati jalan berbatu serta menyeberangi sungai selebar 48 meter tanpa jembatan untuk dapat mengikuti kegiatan belajar.
Sekolah ini menghadapi berbagai tantangan, dari keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi lingkungan, terbatasnya akses air bersih, hingga pengelolaan sampah yang belum optimal, terutama limbah kulit pisang yang dihasilkan dari Gerakan Makan Sehat.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya kebutuhan akan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kondisi setempat untuk meningkatkan kesadaran kesehatan, kepedulian lingkungan, serta keterampilan hidup siswa.
Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Rabu 1 Juli, Hadir di Yamaha Mekar Cibinong
Dari kebutuhan tersebut lahirlah Huka Upcycling Project (HUP), yang diambil dari istilah bahasa Tetun Hudi Kakun, yang berarti kulit pisang. Berlandaskan semangat "from waste to wonder", proyek ini mengolah limbah organik menjadi tiga produk bernilai tambah, yaitu Huka Ice Cream, Huka Compost Fertiliser, dan Huka Liquid Fertiliser.
Program ini mengintegrasikan pembelajaran sains, pengembangan keterampilan praktis, serta pembelajaran Bahasa Indonesia sehingga siswa mampu melihat bagaimana sumber daya lokal dapat menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
HUP dijalankan melalui enam program strategis dan 20 kegiatan, meliputi perencanaan partisipatif, sosialisasi di lingkungan sekolah maupun lintas negara, skema donasi kulit pisang melalui sistem barter, hingga lokakarya produksi yang telah diverifikasi melalui pengujian laboratorium.
Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Rabu 24 Juni, Hadir di Yamaha Mekar Cibinong
Produk HUP kini didistribusikan melalui dapur sekolah, NTT Mart, petani di wilayah perbatasan, serta koperasi lokal. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, masyarakat Timor-Leste, petani, hingga mitra usaha. Lebih dari 1.000 orang telah merasakan manfaatnya.
Para siswa mengalami peningkatan literasi lingkungan, keterampilan ekonomi sirkular, dan kepercayaan diri dalam berwirausaha. Para guru memperkuat pembelajaran berbasis ekologi, keluarga mulai menerapkan praktik pengelolaan sampah yang lebih baik, petani meningkatkan kesuburan tanah melalui pupuk HUP, sementara masyarakat di wilayah perbatasan memperoleh ruang belajar bersama yang lebih inklusif.
Ke depan, sekolah menargetkan memperoleh sertifikasi BPOM, mengembangkan paten produk, memperluas implementasi program ke sekolah-sekolah lain, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan jaringan lintas batas.
Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Rabu 17 Juni, Hadir di Yamaha Mekar Cibinong
Melalui HUP, SMP IL Kapten Fatubaa berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah, dari sesuatu yang dibuang menjadi sumber inovasi bernilai tinggi sekaligus menanamkan semangat kepedulian lingkungan dan kewirausahaan sosial di kawasan perbatasan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya