Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Temui Pimpinan DPR, Koalisi Buruh Minta RUU Ketenagakerjaan Segera Disahkan
Gandeng Kementerian PPPA, Lemonilo Bantu 100 Anak Sekolah Nonformal
Senin, 3 Agustus 2026 13:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan Lemonilo untuk memperluas akses pendidikan dan menyediakan gizi bagi anak-anak.
Kementerian Bersama Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), perusahaan ini menyalurkan bantuan kepada 100 anak didik sekolah nonformal Komunitas Gumul Juang (KGJ) Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa perlengkapan sekolah seperti tas, tetapi juga fasilitas penunjang belajar berupa laptop dan televisi untuk operasional kelas.
Di sisi lain, Lemonilo turut menyalurkan produk makanan sehat, sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan menyumbangkan 100 ekor ikan guna mendukung memberikan gizi anak-anak.
Baca juga : Jelang Hari Anak Nasional, Alfamidi Dan KemenPPPA Semangati Anak Disabilitas
Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia mengatakan, membangun generasi yang sehat tidak cukup hanya melalui makanan bergizi. Menurutnya, akses terhadap pendidikan yang layak juga menjadi fondasi penting bagi masa depan anak.
“Masa depan anak-anak tidak hanya ditentukan oleh usaha mereka sendiri, melainkan sangat bergantung pada kepedulian, keputusan, dan dukungan kita sebagai orang dewasa. Di Lemonilo, kami percaya bahwa membangun generasi Indonesia yang sehat tidak cukup hanya melalui asupan makanan berkualitas, melainkan juga melalui akses pendidikan yang layak dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara utuh,” ujar Shinta dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Shinta menilai keberadaan sekolah nonformal seperti KGJ Ciliwung menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat mampu membuka kesempatan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Pengabdian para relawan KGJ Ciliwung yang konsisten mendampingi anak-anak setiap akhir pekan sangat menginspirasi kami. Lemonilo ingin hadir menjadi bagian dari solusi dan penyemangat agar adik-adik kita berani bermimpi setinggi-tingginya,” kata Shinta.
Baca juga : Perempuan Jadi Kunci Ekonomi Restoratif, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi menegaskan, memberikan hak anak, termasuk hak memperoleh pendidikan, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Sinergi antara pemerintah, sektor swasta seperti Lemonilo, dan komunitas lokal merupakan wujud nyata kerja kolaboratif yang sangat dibutuhkan untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal, ujarnya.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan edukasi interaktif melalui pertunjukan Dongeng Sulap bersama Kak Maulana yang mengajarkan nilai-nilai karakter dan pola hidup sehat kepada anak-anak.
Suasana semakin meriah lewat berbagai permainan tradisional seperti tarik tambang, pindah tepung, dan tiup balon yang mendorong kerja sama sekaligus menghadirkan keceriaan.
Baca juga : SM*SH Meriahkan Panggung Lemonilo di Jakarta Fair 2026
Lemonilo menyatakan akan terus menyalurkan kebutuhan komunitas marjinal di berbagai daerah dan membuka peluang untuk mereplikasi program kolaborasi pendidikan serta gizi ini agar semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar dan tumbuh dengan lebih baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya