Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pembinaan Atlet Muda
- Persija Alihkan Fokus ke Persiapan Musim 2026/2027
- Pramono Siapkan 1.000 Mushaf Al-Quran Untuk Peringatan ke 500 Tahun Kota Jakarta
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
- Shin Tae-yong Fokus Benahi Fisik dan Taktik Persija
Universitas Trisakti Dorong Transformasi Industri Hijau UMKM Dodol D’Tungku Bojonggede
Rabu, 12 Agustus 2026 20:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - UMKM Dodol D’Tungku di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, mulai memperkuat proses produksinya menuju praktik usaha yang lebih ramah lingkungan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Trisakti. Kegiatan ini memadukan sistem filtrasi emisi berbasis Internet of Things (IoT), peningkatan keselamatan kerja, Green Branding, dan Sustainable Business Model Canvas (SBMC) untuk mendorong transformasi industri hijau di tingkat UMKM. Sebanyak 14 anggota UMKM Dodol D’Tungku mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dengan penguatan kapasitas usaha dan strategi bisnis berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 5 Juni 2026 melalui Sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan Baseline Assessment. Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk melakukan sosialisasi program, mengidentifikasi kondisi proses produksi, kebutuhan mitra, permasalahan lingkungan dan keselamatan kerja, serta kondisi awal yang menjadi dasar penerapan inovasi teknologi.
Tahap berikutnya dilaksanakan pada 19 Juni 2026 melalui Pelatihan Operasional Sistem Filtrasi Emisi Berbasis IoT dan K3 Operasional. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai fungsi dan cara pengoperasian sistem filtrasi, prosedur perawatan, serta aspek keselamatan yang perlu diperhatikan dalam aktivitas produksi. Setelah peserta memperoleh pemahaman mengenai teknologi dan keselamatan kerja, Sistem Filtrasi Emisi Berbasis IoT diinstalasi pada 27 Juni 2026 di lokasi produksi Dodol D’Tungku. Sistem tersebut ditujukan untuk membantu mengendalikan asap yang dihasilkan dari proses pembakaran sekaligus mendukung pemantauan kondisi sistem filtrasi melalui sensor.
Tahap implementasi kemudian dilanjutkan dengan Pemantauan Kinerja I pada 2 Juli 2026 melalui evaluasi awal sistem filtrasi emisi berbasis sensor. Pemantauan dilakukan untuk mengevaluasi kondisi awal kinerja sistem dan memastikan perangkat serta sensor dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Transformasi Hijau Tidak Berhenti pada Teknologi
Baca juga : FORTE 2026 Dorong Generasi Muda Kedokteran Gigi Terus Berkembang
Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyasar proses produksi, tetapi juga diperluas pada penguatan identitas usaha. Pada 16 Juli 2026, tim Universitas Trisakti melaksanakan Pelatihan Green Branding UMKM Dodol D’Tungku.
Melalui kegiatan tersebut, mitra didampingi untuk membangun identitas usaha yang mampu mengomunikasikan nilai ramah lingkungan. Green Branding diarahkan agar praktik keberlanjutan yang mulai diterapkan dalam proses produksi dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah dan identitas produk yang dapat dikomunikasikan kepada konsumen. Dengan pendekatan tersebut, praktik ramah lingkungan tidak hanya menjadi perubahan di dalam proses produksi, tetapi juga menjadi bagian dari cara UMKM membangun citra dan nilai produknya di pasar.
Penguatan aspek bisnis kemudian dilanjutkan melalui Pelatihan Strategi Bisnis Berkelanjutan: Sustainable Business Model Canvas UMKM Dodol D’Tungku pada 24 Juli 2026. Dalam pelatihan tersebut, mitra diajak memetakan model bisnis dengan mempertimbangkan tiga dimensi keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Pendekatan SBMC membantu mitra melihat bagaimana penerapan teknologi, praktik produksi yang lebih ramah lingkungan, dan Green Branding dapat diintegrasikan ke dalam strategi pengembangan usaha. Ketiga pendekatan tersebut dirancang sebagai satu kesatuan. Sistem filtrasi emisi berbasis IoT menjadi bagian dari transformasi proses produksi, Green Branding memperkuat nilai dan komunikasi produk, sedangkan SBMC membantu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam model bisnis UMKM.
Pemantauan Berkelanjutan untuk Menjaga Kinerja Teknologi
Baca juga : BRI & Danantara Perkuat Ekonomi Kerakyatan Dorong UMKM Naik Kelas
Untuk memastikan teknologi tetap berfungsi setelah diterapkan, tim kembali melakukan Pemantauan Kinerja II pada 8 Agustus 2026. Kegiatan ini difokuskan pada evaluasi performa filtrasi dan stabilitas sensor setelah sistem digunakan dalam periode operasional. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan agar penerapan teknologi tidak berhenti pada tahap instalasi, tetapi terus dievaluasi dan dipelihara sesuai dengan kebutuhan proses produksi mitra.
Ketua Tim PkM Universitas Trisakti, Ika Wahyu Utami, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan dirancang agar penerapan teknologi berjalan seiring dengan penguatan kapasitas dan strategi bisnis mitra. Pihaknya ingin pemberdayaan ini tidak berhenti pada pemberian atau pemasangan alat.
"Mitra perlu memahami bagaimana teknologi digunakan dan dirawat, bagaimana praktik yang lebih ramah lingkungan dapat menjadi bagian dari identitas usaha, serta bagaimana aspek keberlanjutan tersebut dapat dimasukkan ke dalam model bisnis,” ungkapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (12/8/2026).
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UMKM Dodol D’Tungku diharapkan semakin adaptif terhadap teknologi, memiliki proses produksi yang lebih memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan kerja, serta mampu mengembangkan identitas dan model usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.
Selaras dengan Target Pembangunan Berkelanjutan
Baca juga : Kadin Kalbar-Jatim Teken MoU, Fokus Perkuat UMKM dan Investasi
Rangkaian pemberdayaan tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya meningkatkan kesehatan dan keselamatan pekerja serta warga di sekitar lingkungan produksi melalui pengendalian paparan polutan. Penerapan dan digitalisasi sistem filtrasi emisi berbasis IoT juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi teknologi yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan daya saing UMKM. Sementara itu, upaya mendorong proses produksi dodol yang lebih ramah lingkungan dan pengendalian emisi pada tingkat industri rumah tangga sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Didukung Pendanaan PkM BIMA 2026
Pelaksanaan kegiatan memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) BIMA Tahun Anggaran 2026, berdasarkan Kontrak antara DPPM Kemendiktisaintek dengan LLDIKTI Wilayah III Nomor 206/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026, Kontrak LLDIKTI Wilayah III dengan Universitas Trisakti Nomor 0708/LL3/DT.06.01/2026 tanggal 27 April 2026, serta Kontrak antara Universitas Trisakti dengan Penerima Hibah PkM Nomor 787/A/LPPM/USAKTI/IV/2026 tanggal 28 April 2026.
Melalui pendanaan dan pendampingan tersebut, Universitas Trisakti mendorong UMKM Dodol D’Tungku untuk berkembang tidak hanya dari sisi produktivitas dan daya saing, tetapi juga melalui perubahan menuju proses produksi dan model usaha yang lebih hijau dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan UMKM yang mengintegrasikan teknologi, lingkungan, penguatan merek, serta strategi bisnis berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya