Dark/Light Mode

Universitas Sahid Perkuat Kemandirian Ekonomi Santri Hidayatullah Depok

Minggu, 23 Agustus 2026 16:27 WIB
PKM Universitas Sahid di Pondok Pesantren Hidayatullah, Depok, Jawa Barat. (Foto: Dok. Universitas Sahid)
PKM Universitas Sahid di Pondok Pesantren Hidayatullah, Depok, Jawa Barat. (Foto: Dok. Universitas Sahid)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pondok Pesantren Hidayatullah, Depok, Jawa Barat, tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu keagamaan. Pesantren Hidayatullah juga mengembangkan berbagai unit usaha untuk mendukung kemandirian ekonomi sekaligus memberikan pengalaman kewirausahaan kepada santri. Salah satunya adalah Unit Usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merk HIDA yang mulai beroperasi pada 2024.

Unit usaha air minum ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman dan sehat bagi para santri sekaligus masyarakat sekitar. Pengelola juga menempatkan kualitas, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengembangan Hida Water.

Untuk memperkuat pengelolaan usaha tersebut, Universitas Sahid melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui penguatan teknologi produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Program ini diketuai oleh Dedy Wahyudi, dengan anggota Diny A. Sandrasari, dan Findy R. Muhammad. Tim Universitas Sahid bekerja bersama pengurus pesantren pengelola AMDK yang dipimpin oleh Gani Alfianto selaku Ketua Business Development Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok dan juga para santri dalam setiap tahapan kegiatan.

Hida Water memiliki potensi besar untuk berkembang. Proses produksinya telah didukung sistem filtrasi dan sterilisasi ultraviolet dengan kapasitas mencapai sekitar 750–1.050 botol per hari. Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, terutama pada proses pengemasan yang sebagian masih dilakukan secara manual, pengelolaan keuangan, pengendalian mutu, serta pemasaran digital.

Baca juga : Riset Unair: Air Galon Guna Ulang Tak Berkaitan dengan Gangguan Hormon

Tim Universitas Sahid Diny A. Sandrasari menyatakan, fondasi usaha Hida Water sebenarnya sudah cukup kuat. Pihaknya melihat unit ini memiliki peluang untuk berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing.

“Karena itu, diperlukan sentuhan teknologi yang tepat, khususnya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengemasan. Teknologi yang kami hadirkan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (23/8/2026).

Tingkatkan Keterampilan Pengelola dan Santri

Program dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) pada 20 Juni 2026 untuk mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan prioritas pengembangan unit usaha. Selanjutnya, tim memberikan pelatihan yang mencakup keamanan pangan, manajemen keuangan, dan pemasaran digital.

Pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dilaksanakan pada 1 Juli 2026 yang diikuti oleh 20 peserta. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebersihan diri, sanitasi, kebersihan peralatan, dan pengendalian proses produksi.

Baca juga : Panja DPR Soroti Transparansi BPOM & BPKN Terkait Pengaduan Konsumen AMDK

Kegiatan dilanjutkan, pada 7 Juli 2026, dengan mengadakan pelatihan manajemen keuangan yang meliputi pencatatan transaksi, arus kas, dan biaya produksi. Pelatihan digital marketing yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan akun media sosial ditujukan untuk meningkatkan jangkauan pemasaran yang lebih luas.

Penguatan produksi dilakukan melalui penyerahan alat pengemasan pada 12 Agustus 2026. Kehadiran alat tersebut diharapkan dapat mengurangi pekerjaan manual, meningkatkan efisiensi, dan menghasilkan kemasan yang lebih rapi dan konsisten. Penyerahan alat juga disertai peningkatan pengetahuan dan keterampilan sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh mitra.

Bukan Sekadar Bisnis

Bagi Pondok Pesantren Hidayatullah, pengembangan Hida Water bukan sekadar upaya meningkatkan penjualan. Unit usaha tersebut juga menjadi ruang belajar kewirausahaan bagi santri. Melalui keterlibatan dalam produksi, pengelolaan keuangan, dan pemasaran, santri mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah usaha dijalankan. Pembelajaran kewirausahaan pun tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi melalui pengalaman nyata.

Universitas Sahid berharap pendampingan ini dapat memperkuat Hida Water menjadi unit usaha yang semakin profesional sekaligus menjadi wadah tumbuhnya keterampilan dan kemandirian santri.

Baca juga : Saatnya Kualitas Industri Air Minum Kita Naik Kelas

Pada tahap ini, hasil yang telah terlihat meliputi peningkatan pengetahuan peserta, tersedianya sarana pemasaran digital, dan penerapan teknologi pengemasan. Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pesantren, Hida water diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan pesantren, tetapi juga menjadi tempat santri belajar, berkarya, dan membangun kemandirian ekonomi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.