Dark/Light Mode

Industri AMDK Kerek Ekonomi, Investasi Rp 27,8 T, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Minggu, 19 April 2026 20:03 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi nilai investasi maupun penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga saat ini terdapat 707 pabrik AMDK yang beroperasi di Indonesia dengan total kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun. Sektor ini juga telah menyerap investasi sebesar Rp 27,8 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, industri AMDK tidak hanya berperan dalam menyediakan air minum yang aman dan berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penopang ekonomi nasional.

Baca juga : MBG Tarik Investasi 40 T, Serap 1,18 Juta Pekerja

Industri AMDK memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air minum yang aman bagi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata pada perekonomian nasional. Karena itu, pengembangannya harus terus dipacu dengan prinsip keberlanjutan dan kepatuhan regulasi,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/4/2026).

Selain investasi besar, industri ini juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah. Salah satu contohnya adalah PT Tirta Alam Segar di Cikarang yang mampu menyerap sekitar 2.800 tenaga kerja, dengan lebih dari 90 persen di antaranya berasal dari masyarakat lokal.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menambahkan, pengembangan industri AMDK harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, terutama dalam pengelolaan sumber daya air.

Baca juga : Investor Global Percaya Fundamental Ekonomi RI Di Tengah Konflik Timur Tengah

Menurut dia, total penggunaan air oleh industri AMDK mencapai 55,1 miliar liter per tahun yang berasal dari air permukaan, air tanah, serta pasokan dari perusahaan penyedia air. Dari jumlah tersebut, pemanfaatan air tanah tercatat sekitar 48,01 miliar liter per tahun atau setara 0,23 persen dari kapasitas air tanah pada akuifer tertekan di Indonesia.

“Angka ini menunjukkan bahwa pemanfaatan air tanah oleh industri AMDK masih dalam batas yang terkendali,” kata Putu.

Di sisi lain, industri AMDK juga terus didorong untuk meningkatkan praktik ramah lingkungan, termasuk efisiensi penggunaan air dan pengurangan emisi karbon dalam proses produksi.

Baca juga : Industri Hulu Migas Dongkrak Ekonomi Daerah, Dampaknya Berganda

Untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, Komisi VII DPR RI juga telah melakukan kunjungan kerja spesifik ke sejumlah perusahaan AMDK guna meninjau langsung pengelolaan lingkungan, perizinan, serta kualitas produk.

Ke depan, pemerintah berharap sinergi antara industri, regulator, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar kontribusi sektor AMDK terhadap ekonomi nasional tetap sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.