Dark/Light Mode

FTKP UNU Cirebon Perkuat Kapasitas Usaha Poklahsar Mafaza Melalui Inovasi Olahan

Rabu, 9 September 2026 14:18 WIB
Pembukaan Pelatihan dan Serah Terima Alat dari FTKP UNU Cirebon kepada Poklahsar Mafaza. (Foto: PKM FTKP UNU Cirebon)
Pembukaan Pelatihan dan Serah Terima Alat dari FTKP UNU Cirebon kepada Poklahsar Mafaza. (Foto: PKM FTKP UNU Cirebon)

Fakultas Teknologi Kelautan dan Perikanan (FTKP) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon terus mendorong penguatan kapasitas usaha masyarakat melalui penerapan inovasi teknologi hasil perikanan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Mafaza Majalengka melalui pemanfaatan sisik ikan menjadi produk bernilai tambah.

Sumber pendanaannya berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mengimplementasikan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui pendampingan yang dilakukan secara bertahap, anggota Poklahsar Mafaza tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan hasil samping perikanan, tetapi juga didorong untuk mengembangkan keterampilan produksi, diversifikasi produk, pengemasan, hingga pemasaran. 

Sisik ikan yang selama ini cenderung dianggap sebagai limbah atau hasil samping pengolahan ikan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kandungan kolagen, protein, kalsium, dan komponen lainnya menjadikan sisik ikan berpotensi dimanfaatkan melalui berbagai inovasi pengolahan.

Baca juga : Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan sisik ikan sebagai bahan baku produk bernilai tambah melalui penerapan teknologi pengolahan dan diversifikasi produk. Permasalahan saat ini terdapat hasil samping perikanan (by product) berupa limbah cair dan limbah padat berupa tulang, sisik, kepala, kulit dan isi perut sebesar 47-60%, sedangkan limbah padat berupa sisik ikan mengandung kalsium sebesar 7,2-13,48%, kandungan kolagen sebesar 0,3% serta kandungan protein sebesar 30-53,01%. Sehingga sangat disayangkan jika sisik ikan belum dimanfaatkan karena dapat menghasilkan nilai tambah dan dapat meningkatkan nilai gizi.

Pemanfaatan sisik ikan merupakan salah satu bentuk inovasi dalam mendukung konsep ekonomi sirkular di sektor perikanan. Limbah atau hasil samping pengolahan ikan tidak seharusnya berhenti sebagai bahan buangan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pelatihan dan pendampingan ini, Poklahsar Mafaza Majalengka dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam inovasi pemanfaatan sisik ikan melalui diversifikasi produk penyedap Non MSG NU Rasa dan Biskuit Choco NU Cookies dari bahan baku sisik ikan. Kami berharap Poklahsar Mafaza tidak hanya mampu menghasilkan produk diversifikasi berbahan sisik ikan, tetapi juga memiliki kapasitas usaha yang lebih kuat mulai dari produksi, pengemasan, pemasaran hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Baca juga : Ara Targetkan Nol Rumah Kumuh Di Majalengka

Anggota Tim Pelaksana Kegiatan dari FTKP UNU Cirebon Nurul Ekawati menjelaskan, anggota Poklahsar Mafaza telah mampu menerapkan Alat Teknologi Tepat Guna secara mandiri sebagai sarana pengembangan kapasitas usaha dalam pemanfaatan sisik ikan dalam mengelola usaha pengolah hasil perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Alat Teknologi Tepat Guna yang diserahkan yaitu terdiri dari  Oven gas matic untuk mengeringkan tepung sisik ikan dan pembuatan produk, washing machine sebagai alat untuk mencuci sisik ikan dan disc mill sebagai alat untuk pembuatan tepung sisik ikan dalam inovasi proses produksi yang lebih higienis dan efisien.

Anggota Tim Pelaksana Kegiatan sekaligus dosen INSTBUNAS Dhike Noordestiasari menambahkan, dalam penguatan kapasitas pemasaran, Poklahsar Mafaza didorong untuk mengembangkan strategi pemasaran secara offline dan pemanfaatan platform digital, antara lain melalui penguatan identitas produk, kemasan, media sosial, website, marketplace dan Google Maps. Saat ini, website Poklahsar Mafaza dapat diakses melalui www.poklahsarmafaza.com dan telah terintegrasi dengan toko online serta Google Maps.

Kehadiran platform digital tersebut menjadi sarana promosi usaha yang dikelola Poklahsar Mafaza Majalengka sekaligus memudahkan konsumen untuk menemukan informasi dan mengakses produk yang ditawarkan dari diversifikasi produk berbahan baku sisik ikan. Selain itu harapannya kelompok dapat naik kelas dan semakin berdaya saing di tengah perkembangan industri pangan dan ekonomi digital.

Baca juga : Hadiri Milad PUI, Kapolri Ajak Kawal Program Pemerintah

Ketua Poklahsar Mafaza Majalengka Iin Muthmainah mewakili anggota kelompok mengucapkan terima kasih kepada tim dosen sebagai pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat dan Kemdiktisaintek sebagai pemberi dana atas bantuan teknologi dan barang komponen produksi yang telah diserahkan kepada kami. Ke depan, Poklahsar Mafaza diharapkan mampu mengembangkan diversifikasi produk berbasis hasil samping perikanan secara konsisten, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar dan membangun usaha yang lebih mandiri. Dengan demikian, pemanfaatan sisik ikan tidak hanya menjadi inovasi pengolahan hasil perikanan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha baru yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Teni Novianti
Teni Novianti
Ketua Pelaksana Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan FTKP UNU Cirebon

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.