Dark/Light Mode

Kunjungi Beijing, Budy Sugandi Persembahkan Buku Ke Mao Ning

Rabu, 14 Oktober 2026 09:21 WIB
Budy Sugandi bersama Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China (Spokesperson of the Ministry of Foreign Affairs of China). Foto: Dok Budy Sugandi
Budy Sugandi bersama Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China (Spokesperson of the Ministry of Foreign Affairs of China). Foto: Dok Budy Sugandi

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 20 delegasi alumni Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di berbagai universitas di China menggelar cultural and academic visit ke Beijing dan Chongqing pada 10–16 Oktober 2026.

Kunjungan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia–China melalui diplomasi budaya, pertukaran akademik, serta pengembangan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Para delegasi merupakan alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan tinggi, organisasi keagamaan, riset dan inovasi, hingga pengembangan kelembagaan. Pengalaman mereka menempuh pendidikan di China menjadi modal penting dalam membangun jembatan kerja sama antara kedua negara.

Salah satu agenda utama di Beijing adalah pertemuan dengan Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China (Spokesperson of the Ministry of Foreign Affairs of China).

Baca juga : Sengketa Maritim China Versus Filipina Memanas

Dalam pertemuan tersebut, delegasi memberikan hadiah dua buku yang merekam perjalanan hubungan bilateral Indonesia–China sekaligus menggambarkan kedekatan kedua bangsa dari perspektif sejarah, peradaban, dan kemitraan masa depan.

Dua buku yang diserahkan yakni Hubungan Bilateral 75 Tahun Indonesia–China (terbit pada 2025), serta Indonesia–China: Dari Akar Peradaban Berbuah Kemitraan (terbit pada 2026).

Keduanya ditulis oleh Budy Sugandi bersama sejumlah penulis lainnya. Penyerahan buku tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk kontribusi intelektual dalam memperkuat pemahaman mengenai hubungan Indonesia–China.

“Lebih dari sekadar dokumentasi sejarah, kedua buku itu diharapkan dapat menjadi referensi untuk memahami perjalanan persahabatan kedua negara, termasuk peluang memperluas kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan pembangunan sumber daya manusia,” ujar Budy dalam keterangannya, Selasa (14/10/2026).

Baca juga : Jamuan Trump Untuk Xi Mirip Kontes Kecantikan

Bagi para alumni, hubungan Indonesia–China tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal antarpemerintah, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman pendidikan, dan jejaring masyarakat yang terus berkembang.

Mereka membawa pengalaman belajar di China ke dalam ruang pengabdian masing-masing di Indonesia.

Delegasi yang berjumlah 20 orang tersebut di antaranya terdiri atas KH Imron Hamid, Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang sekaligus Ketua PBNU; Budy Sugandi, Kepala Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka; Syaifudin Zuhri, Direktur SINO Nusantara Institute; Muhammad Aziz, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta sekaligus pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah; serta Arafat Febriandirza, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Keberagaman latar belakang para delegasi mencerminkan luasnya potensi kontribusi alumni pendidikan China bagi Indonesia. Di bidang pendidikan, mereka dapat memperluas kerja sama antarkampus dan pertukaran akademisi.

Baca juga : Dorong Transformasi Industri Nasional, LPJK Pelajari Robot Konstruksi Di China

Di bidang penelitian, pengalaman lintas negara dapat membuka peluang kolaborasi riset dan inovasi. Sementara di ranah sosial dan kelembagaan, jejaring alumni dapat menjadi penghubung bagi pertukaran gagasan, budaya, dan praktik pembangunan.

Kunjungan ini juga menegaskan bahwa pengalaman pendidikan internasional tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan studi. Pengetahuan, kompetensi, serta jejaring yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diterjemahkan menjadi kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Melalui kontribusi para alumni, pengalaman pendidikan di China diharapkan terus berbuah menjadi manfaat bagi Indonesia sekaligus memperkuat jembatan persahabatan antara Indonesia dan China.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.