Dark/Light Mode

Hubungan Dengan Jepang Memburuk

China Ingatkan Negara Lain Jangan Provokatif

Kamis, 17 September 2026 06:00 WIB
Menhan China Dong Jun (tengah), Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama para Menhan dari berbagai negara memasuki Beijing Xiangshan Forum di Beijing, China, Rabu (16/9/2026). (Foto: REUTERS/Florence Lo)
Menhan China Dong Jun (tengah), Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama para Menhan dari berbagai negara memasuki Beijing Xiangshan Forum di Beijing, China, Rabu (16/9/2026). (Foto: REUTERS/Florence Lo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) China Dong Jun mengingatkan negara-negara lain agar tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memperburuk ketegangan di kawasan.

Peringatan tersebut disampaikan Dong Jun saat membuka Beijing Xiangshan Forum di Beijing, China, Rabu (16/9/2026).

Dong Jun menyerukan negara-negara lain menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, serta membendung kebangkitan kembali tren sejarah yang regresif.

Baca juga : Dipimpin Jinping, BRICS Banyak Peminatnya

“Kita tidak boleh bersikap lunak terhadap tindakan provokatif yang berupaya membajak kepentingan bersama negara-negara di kawasan ini demi keuntungan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu. Kita harus bekerja sama untuk meredam tindakan tersebut,” ujar Dong Jun.

Dia juga memperingatkan bahwa dunia saat ini berada dalam “momen yang rapuh”. Karena itu, dia menyerukan pendekatan yang lebih segar dan setara dalam menangani berbagai ketegangan internasional.

Dong Jun tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat (AS) maupun Jepang dalam pernyataannya. Namun, seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Termasuk hubungan China-Jepang yang memburuk terkait isu Taiwan.

Baca juga : Nangis Dipaksa Joget 6 Jam Demi Saweran

Hubungan kedua negara memburuk setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengisyaratkan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer Jepang.

Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Beijing. Pemerintah China berulang kali memperingatkan Jepang agar tidak kembali mengambil langkah yang dianggap mengarah pada kebijakan militeristik seperti pada masa lalu.

China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak kemungkinan campur tangan pihak luar. Beijing juga terus meningkatkan tekanan militer di sekitar Taiwan, utamanya melalui latihan militer secara berkala. Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing tersebut.

Baca juga : Suhu Arktik Yang Beku Kini Berubah Memanas

Beijing Xiangshan Forum tahun ini dihadiri sekitar 2.000 perwira militer, diplomat dan akademisi dari berbagai negara. Forum keamanan tersebut berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (18/9/2026).

Forum yang digelar dengan aturan ketat itu menjadi salah satu wadah diplomasi pertahanan China dan kerap dibandingkan dengan Shangri-La Dialogue di Singapura.

Dalam beberapa tahun terakhir, China juga terus memperluas diplomasi militernya melalui berbagai latihan bilateral dengan negara-negara lain. Sejumlah atase militer menilai, latihan tersebut secara bertahap semakin kompleks. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.