Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Goethe-Institut Kembali Dibuka, Hadirkan Peluang Pendikan ke Jerman
Sabtu, 31 Oktober 2026 14:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peluang masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di Jerman terbuka lebar seiring tingginya kebutuhan tenaga kerja berkualitas di negara tersebut.
Sejumlah sektor, mulai dari teknologi informasi (IT), teknik, keperawatan hingga gastronomi, masih membutuhkan tenaga profesional dari luar Jerman.
Peluang tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan KarriereKompass 2026 yang digelar Goethe-Institut Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan ini memberikan informasi dan pendampingan bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui jalur pendidikan, pelatihan vokasi, hingga kesempatan bekerja di Jerman.
Direktur Goethe-Institut Indonesien Constanze Michel mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan informasi mengenai peluang mobilitas ke Jerman.
Bahkan, jumlah peserta yang mendaftar telah memenuhi kapasitas dua minggu sebelum acara berlangsung.
Menurut Michel, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat dan dapat diandalkan sebelum mengambil keputusan untuk belajar maupun bekerja di luar negeri.
Persiapan tersebut tidak hanya mencakup kemampuan bahasa, tetapi juga pemahaman mengenai persyaratan administrasi, kesiapan lintas budaya, serta pemilihan jalur yang sesuai.
"Goethe-Institut berkomitmen untuk memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses informasi tentang peluang di Jerman yang terpercaya dan bisa diandalkan, termasuk informasi tentang standar migrasi yang adil, etis, dan transparan," ujar Michel dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Michel menambahkan, melalui KarriereKompass 2026, kami ingin mendukung masyarakat Indonesia dalam merencanakan persiapan mereka menuju Jerman, mulai dari memahami pilihan pendidikan hingga mengenal kehidupan dan dunia kerja di sana.
Lebih lanjut dia menjelaskan, penguasaan bahasa Jerman menjadi salah satu modal penting untuk membuka akses pendidikan, pelatihan, dan pekerjaan di Jerman.
Baca juga : Pemerintah Perluas Pasar Pekerja Migran Indonesia
Kemampuan berbahasa juga membantu masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan memahami budaya setempat.
Michel menambahkan, saat ini Jerman memiliki kebutuhan tinggi terhadap tenaga kerja berkualitas dari luar negeri. Beberapa bidang yang memiliki peluang cukup besar antara lain teknologi informasi, teknik, keperawatan, dan gastronomi.
"Jika Anda memiliki kualifikasi di bidang IT, teknik, keperawatan, maupun gastronomi, saya yakin Anda dapat menemukan pekerjaan di Jerman saat ini. Pasar tenaga kerja di sana cukup stabil dan memiliki kebutuhan terhadap tenaga profesional," katanya.
Dia menegaskan, Goethe-Institut ingin memperkuat perannya sebagai jembatan hubungan Indonesia dan Jerman, tidak hanya melalui pembelajaran bahasa, tetapi juga pertukaran pengetahuan, budaya, serta pengalaman masyarakat kedua negara.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Oliver Sperling mengatakan, bahwa saat ini terdapat lebih dari 5.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Jerman.
Selain itu, pada tahun lalu, Kedutaan Besar Jerman menerbitkan hampir 1.000 visa bagi mahasiswa dari universitas di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di negara tersebut.
Menurut Sperling, Jerman memiliki sejumlah kota dengan universitas berkualitas, seperti Berlin, Cologne, Munich, dan Hamburg.
Masing-masing menawarkan kesempatan pendidikan sekaligus pengalaman kehidupan dan budaya yang berbeda.
Dia juga menyebutkan bahwa kerja sama pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Pemerintah Jerman terus mendukung mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan melalui berbagai jalur, termasuk informasi dan dukungan dari German Academic Exchange Service (DAAD).
"Jerman memiliki universitas yang sangat baik sehingga masyarakat dapat memilih berbagai kemungkinan karier. Kami juga memiliki lingkungan yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menjalankan keyakinan, agama, dan kehidupan mereka," ujar Sperling.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja berkualitas masih menjadi bagian penting dari kerja sama Jerman dan Indonesia.
Baca juga : MoreFood Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Ribuan Produk & Buka Peluang Bisnis Kuliner
Jerman membutuhkan tenaga profesional dari berbagai negara dan peluang tersebut diperkirakan tetap terbuka pada masa mendatang.
Sperling mengajak masyarakat Indonesia yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja Jerman untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
Kedutaan Besar Jerman, menurutnya, siap memberikan informasi mengenai persyaratan visa dan membantu menghubungkan calon pekerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional.
"Kami membutuhkan tenaga kerja berkualitas. Jika Anda memiliki seluruh persyaratan yang diperlukan, kami akan berupaya memastikan proses visa dapat berjalan secepat mungkin. Kami juga akan berusaha membantu menghubungkan Anda dengan perusahaan yang diminati," katanya.
Dia menambahkan, keputusan untuk belajar atau bekerja di Jerman perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing individu.
Selain pendidikan dan pekerjaan, pengalaman hidup di Jerman juga memberikan kesempatan untuk mengenal keragaman budaya Eropa.
Sperling bahkan mendorong masyarakat Indonesia untuk membaca dan mengenal literatur Jerman sebagai salah satu cara memahami budaya negara tersebut.
Menurutnya, bahasa dan karya sastra dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal kehidupan masyarakat Jerman, bahkan sebelum seseorang berkunjung langsung ke negara itu.
Goethe-Institut Kembali Dibuka Penyelenggaraan KarriereKompass 2026 sekaligus mengawali Pekan Pembukaan Goethe-Institut Jakarta setelah menjalani renovasi selama satu tahun.
Pekan Pembukaan berlangsung pada 31 Oktober hingga 8 November 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan kebudayaan dan pendidikan.
Selama masa renovasi, Goethe-Institut Jakarta melakukan pembaruan gedung untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung, pelanggan, serta pegawai. Salah satu perhatian utama adalah peningkatan fasilitas keselamatan kebakaran.
Baca juga : Wamen Christina Bahas Peluang PMI Sektor Perhotelan dan Gastronomi di Jerman
Michel mengatakan, pembukaan kembali gedung di kawasan Menteng tersebut memungkinkan Goethe-Institut kembali menyelenggarakan kelas bahasa Jerman secara langsung, sekaligus melanjutkan berbagai program kebudayaan.
Rangkaian kegiatan selama Pekan Pembukaan mencakup diskusi, pemutaran film, lokakarya, pertunjukan musik, teater, dan pameran.
Goethe-Institut juga membuka kembali perpustakaan yang menyediakan koleksi buku, film, CD, serta fasilitas permainan berbasis virtual reality (VR) untuk memberikan pengalaman mengenal Jerman secara lebih interaktif.
Beberapa agenda yang dihadirkan antara lain pameran "A Bite of Berlin" yang menampilkan pengalaman Sukma Smita dan Sigit Darmawan Pratama mengenai Kota Berlin, serta pameran "Living Knowledge Lab" yang menyajikan dokumentasi foto dan cerita generasi muda di Jabodetabek dalam mengeksplorasi isu keberlanjutan.
Selain itu, terdapat diskusi filsafat Mazhab Frankfurt bersama Simon P. L. Tjahjadi dan Dhianita Kusuma Pertiwi, pemutaran film "Fatherland" bersama Melani Budianta dan Riri Riza, pertunjukan musik SIMAKDIALOG dalam program Alur Bunyi, serta pementasan teater dokumenter "Indonesian Dreams" karya Haifa Marwan.
Sperling menilai, keberadaan Goethe-Institut memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Jerman melalui bahasa, pendidikan, serta pertukaran budaya.
Menurutnya, institusi tersebut bukan hanya menjadi tempat belajar bahasa Jerman, melainkan juga ruang pertemuan bagi kalangan kreatif, pelajar, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap kebudayaan.
"Di tempat ini, visi Jerman dan Indonesia berpadu, melahirkan ide-ide baru dalam bidang seni, sains, dan kehidupan masyarakat," ujarnya.
Seluruh rangkaian Pekan Pembukaan Goethe-Institut Jakarta terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya dengan registrasi terlebih dahulu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya