Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Selain Ke Jepang, Jalur Tenaga Kerja Ke Jerman Dibuka
Pemerintah Perluas Pasar Pekerja Migran Indonesia
Kamis, 18 Juni 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperluas pasar kerja Pekerja Migran Indonesia ke negara-negara maju. Selain Jepang, Indonesia kini membuka jalur tenaga profesional ke Jerman melalui kemitraan pelatihan dan penempatan berstandar internasional.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melepas 313 PMI Batch 19 ke Jepang dalam kerangka Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) untuk penempatan tahun 2026. Acara pelepasan berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
“Hari ini adalah buah dari perjuangan panjang yang telah kalian lalui,” kata Mukhtarudin.
Menteri asal Partai Golkar itu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang atas kerja sama strategis yang telah terjalin sejak 2008.
Menurutnya, kemitraan tersebut tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, tetapi juga membuka peluang yang semakin besar bagi tenaga kerja terampil asal Indonesia.
Baca juga : Dipastikan PSI: Safari Jokowi Ke Daerah Bukan Agenda Politik
Dari total 313 PMI yang diberangkatkan, sebanyak 19 orang merupakan perawat dan 294 lainnya pendamping lansia. Skema IJEPA menawarkan kontrak kerja yang menjanjikan serta kesempatan pengembangan karier bagi para peserta.
Pada sektor perawat, peserta akan bekerja sebagai asisten perawat dengan masa kontrak tiga tahun dan memperoleh kesempatan mengikuti Ujian Nasional Perawat Jepang hingga tiga kali. Adapun pada sektor pendamping lansia, masa kontrak berlaku selama empat tahun dengan kesempatan mengikuti ujian nasional satu kali.
Selain prospek karier, para pekerja juga memperoleh gaji pokok berkisar 150 ribu yen hingga 220 ribu yen atau sekitar Rp 16 juta hingga Rp 24 juta per bulan. Nilai tersebut belum termasuk lembur, tunjangan, bonus, serta hak cuti tahunan dan libur nasional sesuai ketentuan yang berlaku di Jepang.
Menurutnya, sepanjang 2023 hingga 2026 jumlah penempatan PMI melalui skema Government to Government (GtoG) ke Jepang telah mencapai 1.240 orang, terdiri atas 1.178 pendamping lansia dan 62 perawat.
“Saya berpesan, jaga nama baik bangsa karena pekerja migran adalah wajah Indonesia di mata dunia. Apa yang kalian perbuat hari ini dapat berimbas pada masa depan, baik maupun buruk,” tegasnya.
Baca juga : PKB Banten Targetkan Raih Kursi Lebih Banyak
Selain melepas calon pekerja migran ke Jepang, Mukhtarudin juga membuka Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) bagi 200 calon PMI yang akan ditempatkan di Korea Selatan melalui skema GtoG.
Selanjutnya, Mukhtarudin menegaskan, Global Skills Partnership (GSP) bersama Jerman menjadi tonggak penting bagi penempatan pekerja migran Indonesia di sektor formal dan profesional di Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah mantan anggota DPR itu mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan kenegaraan dengan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Dalam pertemuan bilateral itu, Indonesia dan Jerman menyepakati Letter of Intent (LOI) mengenai GSP yang berfokus pada bidang keperawatan.
Menurutnya, kerja sama tersebut dirancang untuk memperkuat sistem penempatan tenaga kerja melalui pelatihan berstandar internasional sehingga tenaga kesehatan Indonesia siap memenuhi kebutuhan pasar kerja Jerman yang memiliki standar kualifikasi tinggi.
Baca juga : Danantara Lakukan Penataan di BUMN
“Ini langkah konkret Pemerintah untuk memastikan talenta keperawatan kita tidak hanya mendapatkan peluang kerja yang luas di luar negeri, juga jaminan bahwa mereka bekerja melalui jalur yang aman, legal, transparan, dan berkualitas,” ujarnya.
Tak hanya sektor keperawatan, kerja sama GSP juga membuka peluang pengembangan talenta Indonesia di bidang teknologi tinggi, digitalisasi, dan industri hijau. Program pelatihan yang disiapkan diharapkan mampu menyelaraskan kompetensi tenaga kerja Indonesia dengan kebutuhan industri global sekaligus mendorong transfer pengetahuan ketika mereka kembali ke tanah air.
Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penandatanganan LOI tersebut. Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai, sektor kesehatan, khususnya keperawatan, memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global apabila didukung standardisasi yang memadai. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 18 Juni 2026 dengan judul "Selain Ke Jepang, Jalur Tenaga Kerja Ke Jerman Dibuka Pemerintah Perluas Pasar Pekerja Migran Indonesia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya