Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sambut 2022, TIKI Luncurkan 2 Produk Andalan

Kamis, 2 Desember 2021 21:40 WIB
Foto: Dok. TIKI
Foto: Dok. TIKI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia siap menghadapi perubahan perilaku konsumen terhadap layanan kurir yang terbentuk akibat dari kondisi pandemi selama hampir 2 tahun ini.

Untuk mengakomodasi trend ini, TIKI telah mempersiapkan berbagai strategi penguatan mulai dari infrastruktur digital, strategi pengelolaan operasional yang lebih cerdas, andal dan efisien, serta perluasan inovasi produk dan layanan yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan konsumen.

Rencana bisnis TIKI 2022 ini disampaikan Yulina Hastuti, Direktur Utama TIKI di acara Media Gathering & Talkshow bertajuk “Berbisnis Rumahan Semakin Mudah Bersama TIKI SERLOK", pada Kamis (2/12).

Berita Terkait : Dubes Kumar Bharti Luncurkan Buku India-Indonesia

Pada acara tersebut, TIKI menghadirkan pebisnis kopi dan makanan sebagai narasumber untuk berbagi kisahnya menjalankan bisnis di tengah pandemi.

TIKI juga berbagi informasi mengenai inovasi layanan yang memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi UMKM Indonesia.

Dalam kata sambutannya, Yulina Hastuti, mengatakan pemanfaatan layanan digital oleh konsumen TIKI menunjukkan trend peningkatan selama 2 tahun terakhir ini.

Berita Terkait : Ramaikan Libur Akhir Tahun, Fore Coffee Luncurkan Holiday Season

"Terjadi peningkatan pengunduhan Aplikasi TIKI mencapai 10-15 persen. Layanan Jemput Online (JEMPOL) menjadi layanan pick up online yang paling banyak diakses di Aplikasi TIKI dimana kurir kami yang akan datang menjemput paket di lokasi yang ditentukan konsumen," ujar Yulina.

TIKI membangun infrastruktur digital sejak tiga tahun lalu yang mencakup infrastruktur di dalam operasional, dan sistem interface untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih cepat, aman dan nyaman bagi konsumen.

"Ke depannya, TIKI akan terus membangun infrastruktur digital berbasis internet of things dan cloud dimana seluruhnya dikembangkan secara internal," ujar Yulina.
 Selanjutnya