Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terima Mural, KSP Dukung Penurunan Prevalensi Rokok Anak

Selasa, 23 Nopember 2021 22:22 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat menerima murai  langsung sekelompok anak-anak muda di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (23/11).
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat menerima murai langsung sekelompok anak-anak muda di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (23/11).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kantor Staf Presiden (KSP) siap berdiskusi aktif dengan anak-anak muda yang memiliki perhatian khusus terhadap permasalahan di negeri ini. 

Hal itu dikatakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat menerima langsung sekelompok anak-anak muda di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (23/11). 

Dalam pertemuan itu, anak-anak muda dalam Koalisi Masyarakat Peduli Kesehatan (Kompak) menyerahkan mural buatan tangan lebih dari 1000 anak muda yang mengilustrasikan bahaya rokok.

Berita Terkait : Frederika Cull, Sering Cekcok Dengan Nyokap

“Sebenarnya tujuan kami datang kemari adanya keresahan terhadap perilaku merokok anak usia 10-18 tahun yang merupakan korban dari industri rokok. Kami menyayangkan ketiadaan regulasi yang mengatur pembuatan, peredaran dan iklan rokok. Bahkan, saat ini rokok elektrik sudah banyak digunakan anak-anak,” kata Perwakilan dari Indonesian Youth Council for Tobacco Control (IYCTC), Rama Tantra,. 

Selain, Kompak juga meminta Presiden Jokowi segera melakukan revisi PP No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Sebelumnya, Rama dan sekitar 80 anak muda lainnya melakukan aksi kreatif parade mural Hari Kesehatan Nasional di Kawasan Taman Patung Kuda, Jakarta.

Berita Terkait : Lestari: Evaluasi PTM Yang Jadi Penyebaran Corona

Anak-anak muda ini mengkampanyekan gerakan #Delapankomatujuh untuk mendukung tujuan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 (RPJMN) yang menargetkan penurunan prevalensi merokok pada usia anak dan remaja dari 9,4 menjadi 8,7 pada tahun 2024. 

Kini setelah diterima langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan, Rama dan kawan-kawan mengaku, sangat lega dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah. 

“KSP sangat terbuka untuk mendengarkan aspirasi dan berdiskusi dengan masyarakat, termasuk juga anak muda. Bonus demografi 2030 ini sudah dekat dan momen ini hanya terjadi sekali dalam sejarah negara modern, oleh karena itu anak muda adalah aset yang perlu didengarkan dan disiapkan dengan baik,” kata Tenaga Ahli Utama KSP, Joanes Joko.

Berita Terkait : Belanda Dukung Pengembangan Pariwisata di Kawasan Danau Toba

Ia menegaskan bahwa KSP sendiri melaksanakan fungsi memberikan dukungan percepatan pelaksanaan, monitor dan evaluasi program prioritas nasional dan isu strategis. Jika program-program prioritas nasional tersebut dalam pelaksanaannya mengalami hambatan, maka KSP akan bergerak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Isu kesehatan anak adalah salah satu kebijakan yang menjadi perhatian pemerintah. Oleh karenanya, permasalahan rokok yang mengganggu kesehatan anak ini juga menjadi tugas bagi KSP untuk dikawal dan ditemukan solusinya,” kata Tenaga Ahli KSP Erlinda 

Selain itu, Erlinda juga menjamin bahwa KSP akan selalu menjunjung tinggi jaminan perlindungan untuk anak-anak dan remaja. [MFA]