Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kinerja Moncer, BSI Bisa Jadi Penopang Pemulihan Ekonomi Umat
Kamis, 9 Desember 2021 16:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah pengamat optimistis kiprah bank syariah akan menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi umat. Salah satunya Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Seperti diketahui, BSI berdiri pada 1 Februari 2021 atas merger PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah. Ketiga entitas anak usaha Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut memiliki target pasar yang berbeda. Sehingga menjadi keunggulan BSI baik di korporasi, UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) hingga ritel.
Hingga kuartal III-2021, perseroan mampu membukukan laba bersih Rp 2,26 triliun. Raihan itu naik 37,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp 1,65 triliun.
Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) Irfan Syauqi Beik mengatakan, manajemen BSI melakukan integrasi operasional dan layanan dengan sangat baik. Ini akan mendorong penguatan efisiensi biaya dana.
“BSI memiliki banyak produk transaksi nontunai yang bisa mendongkrak penghimpunan dana murah,” kata Irfan.
Menurut Irfan, kinerja perbankan syariah sejauh ini tergolong sangat terjaga dengan pembiayaan yang masih tumbuh positif. Sebagai bank syariah terbesar, BSI memiliki rasio kecukupan modal yang sangat kuat.
Baca juga : Bamsoet: MUI Wadah Pembinaan Umat
Hal itu mencerminkan BSI memiliki kemampuan menjawab potensi bisnis di masa pemulihan ekonomi.
"Saya prediksi di kuartal keempat kinerjanya akan semakin membaik dengan mulai pulihnya perekonomian, yang sejak kuartal ketiga telah keluar dari resesi,” prediksinya.
Positifnya pertumbuhan ekonomi ini akan mendorong peningkatan kinerja perbankan syariah. Termasuk BSI.
Penjelasan Irfan seiring dengan data BSI. Hingga kuartal III-2021, perseroan mampu menekan biaya dana hingga menjadi sekitar 2,10 persen. Persentase tersebut turun signifikan dibandingkan Desember 2020 yang sebesar 2,67 persen.
Akselerasi digital pun menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot bisnis. Hal ini tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133 persen secara year on year (yoy).
Selain itu, ada pula kenaikan transaksi melalui e-channel yang pada September 2021 mencapai 162,40 juta transaksi. Sehingga 95 persen transaksi di BSI sudah menggunakan e-channel. Sisanya sebanyak 5 persen masih menggunakan layanan di teller.
Baca juga : Sandi: Desa Wisata Bangkitkan Ekonomi Nasional
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) oleh BSI hingga kuartal III-2021 mencapai Rp 219,19 triliun.
Terkait DPK, menajemen perseroan sebelumnya berkomitmen terus meningkatkan pertumbuhan tabungan khususnya tabungan wadiah.
Tabungan wadiah tumbuh signifikan sebesar 16,22 persen secara yoy atau mencapai Rp 30,35 triliun pada September 2021. Sementara, total tabungan bertumbuh 11,57 persen secara yoy yang mencapai Rp 91,43 triliun pada kurun waktu yang sama.
Terpisah, pengamat ekonomi syariah Greget Kalla Buana mengatakan, momentum rampungnya integrasi internal atau implementasi single system pada 1 November lalu pascamerger, akan memperkuat BSI menjadi salah satu motor penggerak pemulihan ekonomi umat.
“Dalam kondisi ini, BSI menjadi salah satu pelaku perbankan strategis yang menopang pemulihan ekonomi umat di Indonesia,” ujar dia.
Sementara, peneliti ekonomi syariah dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fauziah Rizki Yuniarti mencermati kinerja apik BSI tak terlepas dari peran kepemimpinan Direktur Utama BSI Hery Gunardi.
Baca juga : Serangan Omicron Ganggu Pemulihan Ekonomi Global
Hal ini dapat dilihat dari strategi pengembangan. Pertama, kegiatan literasi yang diciptakan. BSI cukup masif memanfaatkan momen pandemi. Salah satunya mengadakan webinar secara regular.
“Kedua, di bawah kepemimpinan Hery Gunardi, BSI menginisiasi dan memperkuat kerja sama di tingkat global. Salah satunya membuka kantor cabang representatif BSI di Dubai,” kata Fauziah.
Namun di luar itu, Fauziah memberikan catatan agar kinerja BSI semakin baik ke depan. Misalnya, BSI perlu menggenjot pembiayaan di industri halal. Kemudian pembiayaan ke UMKM lebih ditingkatkan.
Pengamat ekonomi syariah yang juga Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin mengatakan, BSI memiliki kemampuan integrasi terkait keuangan sosial, yakni Ziswaf.
Dengan integrasi di social finance, menurut Murniati, BSI mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat muslim yang menunggu peran aktif perbankan syariah di tengah masyarakat.
"Nantinya akan lebih banyak lagi dana di deposito yang margin simpanannya digunakan untuk kebutuhan sosial," pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya