Dewan Pers

Dark/Light Mode

Serangan Omicron Ganggu Pemulihan Ekonomi Global

Rabu, 8 Desember 2021 06:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Sherpa Meeting Presidensi G20. (Foto: Tangkapan Layar Youtube PerekonomianRI)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Sherpa Meeting Presidensi G20. (Foto: Tangkapan Layar Youtube PerekonomianRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Varian baru Covid-19, Omricon mengganggu upaya pemulihan ekonomi global. Laju pertumbuhan ekonomi diprediksi di bawah ekspektasi.

Pandangan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Pandemi yang tidak selesai akan mengganggu kehidupan masyarakat dan recovery ekonomi. Kami melihat, pemulihan ekonomi sangat bergantung pada bagaimana kita menangani pandemi. Khususnya varian baru, dan bagaimana kita tidak panik menghadapinya,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers Sherpa Meeting Presidensi G20 yang disiarkan secara virtual, kemarin.

Berita Terkait : Menpora Dorong Pemuda Menjadi Job Creator Menghadapi Persaingan Global

Seperti diketahui, Indonesia memegang Presidensi G20 selama setahun ke depan. Penyelenggaraan Presidensi G20 dimulai dengan jalur pembahasan Sherpa Track.

Menghadapi ancaman itu, lanjut Airlangga, pelaksanaan Presidensi G20 harus menjadi momentum kolaborasi global bagi negara anggota G20.

Diharapkannya, pertemuan ini bisa menghasilkan langkah- langkah terobosan, juga langkah bersama yang lebih kuat dan konkret. Karena, selama ini masing-masing negara menangani dampak Covid-19 sendiri-sendiri.

Berita Terkait : HIG Ngarep Bisnisnya Moncer Di Akhir Tahun

Airlangga juga berharap, Presidensi G20 memberikan kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia di global dan menjawab berbagai tantangan yang ada.

“Pembangunan ekonomi ini harus diselenggarakan secara inklusif, berdaya tahan, dan berkesinambungan,” kata Ketua Umum Partai Golkar ini.

Dia menerangkan, Presidensi G20 di Indonesia merupakan Presidensi ketiga dalam situasi pandemi Covid-19. Dalam mengemban amanah ini, Indonesia harus waspada tentang potensi penyebaran Varian Omicron.
 Selanjutnya