Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Kinerja Menteri
Johan: Jokowi Senang Dapat Second Opinion
Selasa, 7 Desember 2021 08:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Politisi PDIP Johan Budi kembali membeberkan isi pembicaraan dalam pertemuan empat matanya dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (1/12). Mantan Komisioner KPK ini mengaku dimintai masukan atas kinerja menteri. Menurutnya, Jokowi senang dapat second opinion.
Johan yang pernah menjadi Jubir Jokowi selama 3,5 tahun di periode pertama, mengatakan, pertemuan tersebut bukan yang pertama dilakukannya sejak menjabat sebagai anggota DPR. Namun, Johan tidak menyebutkan secara pasti, sudah berapa kali melakukan pertemuan dengan Jokowi.
Baca juga : Salut, Kodam Kasuari Pecahkan Rekor Muri Olahraga Karate
Soal isi pertemuan, Johan membantah membahas reshuffle, yang saat ini sedang ramai dibahas. Juga bukan perihal mencari pengganti Fadjroel Rachman di posisi Juru Bicara Kepresidenan, yang kini digeser ke Kazakhstan sebagai Duta Besar.
"Nggak bahas soal reshuffle, tidak bahas soal jubir-jubiran lah. Nggak ada itu," kata Johan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Baca juga : Kinerja Moncer, BRI Insurance Boyong 3 Penghargaan
Yang ada, sebutnya, ia memberikan sejumlah laporan dan masukan berdasarkan pengamalannya di Daerah Pemilihan (Dapil). Termasuk yang berkaitan dengan tugas-tugas pembantu Jokowi di Kabinet Indonesia Maju. "Saya yang memberi masukan terhadap kinerja kabinet atau menteri-menterinya Pak Jokowi," ungkapnya.
Johan mengatakan, Jokowi senang mendapat informasi dan masukan. Tidak cuma darinya, melainkan dari siapa pun. "Pak Presiden Jokowi juga senang mendapat informasi-informasi dari siapa pun. Saya menyebutnya semacam second opinion yang berkaitan dengan tugas para menterinya," terangnya.
Baca juga : Anies Dan Jokowi Jangan Diadu-adu
Saat kembali disinggung soal bersedia tidak menjadi Jubir Jokowi, Johan kembali menegaskan, tidak. “Dibilang nggak ada, dan nggak ada tawar-menawar. Saya sudah pernah jadi stafsus Presiden yang tugasnya juru bicara,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya