Dark/Light Mode

10 Tahun Mati Suri, Pupuk Iskandar Muda -1 Beroperasi Lagi

Selasa, 1 Februari 2022 16:06 WIB
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), produsen pupuk anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), berhasil mengoperasikan kembali Pabrik Amoniak-1. (Dok. PIM)
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), produsen pupuk anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), berhasil mengoperasikan kembali Pabrik Amoniak-1. (Dok. PIM)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), produsen pupuk anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), berhasil mengoperasikan kembali Pabrik Amoniak-1 atau proses reaktivasi PIM-1.

Pabrik ini siap beroperasi kembali setelah 10 tahun berhenti karena terkendala pasokan bahan baku maupun kendala teknis di lapangan.

Direktur Operasi & Produksi PIM, Jaka Kirwanto mengatakan bahwa beroperasinya Pabrik Amoniak-1 ini karena perusahaan memperbaiki dengan melakukan penggantian part-part (material). Dan penyediaan bahan baku gas menjadi prioritas manajemen, sehingga bisa hidup dua pabrik.

"Berkat arahan pemegang saham, manajemen PT PIM berhasil mengaktifkan kembali Pabrik Amoniak PIM-1," kata Jaka.

Dia menceritakan, persiapan percobaan reaktivasi pabrik PIM-1 di mulai pada bulan April 2021, dan dilanjutkan start up pabrik pada awal Januari 2022 secara step by step (bertahap).

Baca juga : Ganjar Apa Berani Deklarasi Nyapres

Seiring waktu berjalan, pada 29 Januari 2022 tepatnya pukul 16.40 waktu setempat, Pabrik Amoniak-1 beroperasi dengan meneteskan amoniak pertama.

Pengoperasian Pabrik PIM-1 ini, dikatakan Jaka merupakan sejarah baru bagi PIM maupun Pupuk Indonesia sebagai holding.

Beroperasinya pabrik amoniak ini juga menjadi kado bagi PIM yang akan berusia 40 tahun pada 24 Februari 2022.

"Ini merupakan satu titik terang dan harapan baru bagi PIM untuk dapat terus melangkah ke depan dan meningkatkan produksi amoniak dan pupuk urea sehingga dapat terus mengabdi untuk negeri," tegas Jaka.

Lebih lanjut Jaka Kirwanto mengungkapkan bahwa PIM tetap melakukan langkah-langkah monitoring dan evaluasi terhadap beroperasinya Pabrik Amoniak-1 tersebut, untuk tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan kerja.

Baca juga : Ekonomi Siuman, Penjualan Fuso Ngegas Lagi

Termasuk juga pengawasan terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, perjalanan masih panjang, belum sampai tujuan. Masih banyak yang harus  diselesaikan.

"Namun Pabrik Amoniak PIM-1 bisa berproduksi kembali, adalah langkah awal yang sangat krusial untuk kita syukuri. Dalam setiap tetes produk amoniak yang diproduksi, hal tersebut merupakan kristalisasi dari komitmen manajemen; ketangguhan, daya juang, kesabaran dan kompetensi semua yang terlibat," ucap Jaka.

Terpisah, Direktur Produksi PT Pupuk Indonesia (Persero), Bob Indiarto, menyatakan bahwa dengan beroperasinya pabrik PIM-1 diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi bagi Pupuk Indonesia grup.

Selain itu, PIM juga dapat berkontribusi lebih besar atas pendapatan, serta mampu memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani, baik pupuk subsidi maupun non-subsidi.

“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana menjamin kepastian pasokan bahan baku, agar pabrik PIM-1 dapat terus beroperasi dan bisa meningkatkan realisasi produksinya,” jelas Bob.

Baca juga : 76 Tahun Dikuasai Singapura, Ruang Udara Natuna Akhirnya Balik Ke Indonesia

Sementara Vice President PKBL & Humas PIM, Nasrun menyampaikan bahwa dengan hidupnya pabrik amoniak-1 yang telah mati suri selama 10 tahun, menambah semangat baru bagi perusahaan.

Sehingga saat ini PIM berhasil menghidupkan dua pabrik amoniak dan dua pabrik urea walaupun rate masih terbatas.

Pada akhir tahun 2021, PIM juga sukses menghidupkan pabrik oksigen yang sudah mati suri selama 15 tahun. Pabrik oksigen berhasil beroperasi demi untuk kemanusiaan, membantu oksigen ke rumah sakit yang membutuhkan oksigen khususnya pasien paparan covid-19.

Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyaman saat star-up pabrik yang menimbulkan suara bising.

"Insha Allah dengan secara bertahap pabrik akan normal dan suara kebisinganpun akan hilang," kata Nasrun. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.