Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dukung G-20, SKSG UI Serahkan Naskah Kebijakan Perusahaan Farmasi Ke Kemendag

Jumat, 12 Agustus 2022 13:45 WIB
Ketua Tim Riset Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Muhammad Syaroni Rofii (kiri) sedang memberikan naskah kebijakan Presidensi G-20 yang berbentuk policy brief kepada Direktur Perundingan Apec dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Reza Pahlevi Chairul, di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (11/8). (Foto: Ist)
Ketua Tim Riset Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Muhammad Syaroni Rofii (kiri) sedang memberikan naskah kebijakan Presidensi G-20 yang berbentuk policy brief kepada Direktur Perundingan Apec dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Reza Pahlevi Chairul, di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (11/8). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Riset Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia menyerahkan naskah kebijakan Presidensi G-20 yang berbentuk policy brief mengenai perusahaan farmasi ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Penyerahan naskah dilakukan Ketua Tim Riset Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Muhammad Syaroni Rofii kepada Direktur Perundingan Apec dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, Reza Pahlevi Chairul, Kamis (11/8).

Kedatangan Sya'roni beserta rombongan disambut baik oleh Reza dan jajarannya. "Penyerahan ini membahas beberapa poin terkait perusahaan farmasi dan G-20," kata Syaroni dalam keterangannya yang diterima RM.id, Jumat (12/8).

Berita Terkait : Dukung KTT G20, TAM Siapkan Mobil Listrik Lexus UX300e

Kata Sya'roni, naskah kebijakan yang diberikannya ke kementerian besutan Zulkifli Hasan itu melibatkan beberapa pakar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Farmasi UI. Antara lain dirinya, Eva Achjani Zulfa, Imam Khomaeni Hayatullah, Eka Ulya Zubaidah, Shofiah Nur Rohmah, dan Nora Amalia Hayati.

"Tujuannya untuk memberikan jalan alternatif dalam industri farmasi dilihat dari perspektif multidisiplin," tambahnya. 

Policy Brief ini juga, tambah dia, merupakan bagian dari kontribusi UI dalam mengawal proses Presidensi G-20 Indonesia. "Kajian ini fokus pada analisa perusahaan farmasi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan domestik dan internasional," sebut Syaroni. 

Berita Terkait : Majelis Rakyat Papua Serahkan Masukan Keputusan Adat Ke Menko Polhukam

Adapun naskah kebijakan ini meliputi data-data terkini terkait kondisi sektor farmasi nasional di Indonesia, sehingga memperkaya perspektif masyarakat tentang masalah yang perlu mendapat respons secara komprehensif. "Tim peneliti berharap bisa menjadi bahan masukan bagi pemangku kebijakan dalam memberikan respons atas persoalan yang tengah dihadapi," ucap dia. 

Di kesempatan sama, Reza mengapresiasi langkah SKSG UI yang bersedia membuat naskah kebijakan terkait farmasi yang dapat menopang keberlangsungan Presidensi G-20. "Perlu sekali adanya kebijakan-kebijakan tertulis mengenai perdagangan dan seluruh sektor di Indonesia. Apalagi tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G-20," tutur Reza. 

Dirinya berharap pertemuan kali ini awal dari kerjasama jangka panjang antara SKSG UI dengan Kemendag. "Semoga setelah Presidensi G-20, ada kebijakan-kebijakan tertulis kembali yang bisa dibuat acuan, terutama terkait perdagangan internasional, ketahanan nasional, dan isu-isu lain di bawah Kemendag," tutup dia.