Dark/Light Mode

BUMN Jadi Kunci Transformasi Keuangan Digital Negara

Sabtu, 22 Oktober 2022 18:12 WIB
SOE International Conference di BNDCC Nusa Dua, Bali, Senin (17/10)
SOE International Conference di BNDCC Nusa Dua, Bali, Senin (17/10)

RM.id  Rakyat Merdeka - Managing Director China International Capital Corporation (CICC) Singapore Stephen Ng mengatakan, BUMN menjadi kunci utama untuk transformasi keuangan digital di suatu negara. Menurutnya, kemajuan sektor keuangan harus dimulai dari perusahaan pelat merah.
 
"BUMN memimpin porsi terbesar bagaimana inisiatif dalam digitalisasi, karena BUMN memiliki peran penting bagi negara," ujar Ng dalam SOE International Conference di BNDCC Nusa Dua, Bali, Senin (17/10). 
 
Kementerian BUMN menyelenggarakan SOE International Conference & Expo 2022: Driving Sustainable and Inclusive Growth pada 17-18 Oktober 2022 di Nusa Dua, Bali.

Baca juga : Wamen BUMN Tiko Bicara Transformasi Digital Untuk Pelayanan Perbankan

Event ini bagian dari Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) Road to G20. SOE International Conference diselenggarakan sebagai komitmen pemerintah untuk mendukung implementasi aspek Environment, Social, and Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di sektor kesehatan, inklusi keuangan, transformasi digital, dan transisi energi.
 
Dia mencontohkan, transformasi keuangan digital di China dimulai dari perbankan milik negara. Jangan sampai, katanya, perusahaan swasta terlalu mendominasi suatu negara. Untuk itu, BUMN perlu melakukan inovasi agar transformasi digital bisa berjalan beriringan antara perusahaan swasta dan BUMN.

Baca juga : Bank DKI Terapkan Digitalisasi Pembayaran Di Pasar RumputĀ 

"Anda tahu, di China itu fintech sebagian besar didominasi perusahaan swasta, ekonomi digital, untuk itu BUMN harus menempatkan diri, bank-bank di China bukan hanya menjadi pembangunan ekonomi, tapi juga transformasi digital," jelasnya. 
 
Tak cukup hanya inovasi, BUMN juga harus memiliki pendanaan atau modal yang kuat. Ia kembali mencontohkan, tiga bank terbesar di China seperti ICBC, Bank Of China, dan Bank Konstruksi China menggelontorkan investasi sekitar 1,3 miliar Dollar AS di fintech untuk memperkuat pemanfaatan teknologi di sektor perbankan. 
 
"Dalam dua tahun terakhir, bank-bank besar juga telah menyesuaikan grafik struktur untuk mencapai transformasi. Misalnya, Bank Konstruksi China, Bank of China, menetapkan tingkat digitalisasi keuangan yang bagus. Mereka memiliki komite terkait serta departemen teknologi untuk mengelola pusat data," kata Ng. 
 
Namun demikian, Ng menuturkan bahwa yang terpenting untuk melakukan transformasi digital adalah meningkatkan SDM, baik dari sisi perbankannya maupun nasabahnya, utamanya pelaku UMKM yang saat ini juga masih banyak yang belum tersentuh perbankan. 
 
"Hasilnya, pada akhir paruh pertama tahun 2022 pinjaman kepada UMKM pedagang China benar-benar tumbuh menjadi sekitar 93 miliar Dollar AS. Tingkat pertumbuhan industri perangkat lunak dan layanan TI telah menjadi yang terdepan dalam pembangunan kawasan selama tiga tahun berturut-turut. 
Ekonomi digital telah menjadi bagian penting dari transformasi pembangunan ekonomi digital," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.