Dark/Light Mode

Bamsoet Dampingi Jokowi Buka Munas HIPMI XVII di Surakarta

Senin, 21 November 2022 19:54 WIB
Presiden Jokowi menyalami Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam Munas HIPMI XVII, di Surakarta, Senin (21/11). (Foto: Istimewa)
Presiden Jokowi menyalami Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam Munas HIPMI XVII, di Surakarta, Senin (21/11). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo bersama Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPD RI La Nyala Mattalitti turut hadir mendampingi Presiden Jokowi membuka Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas HIPMI) XVII, di Surakarta, Senin (21/11). Munas ini dihadiri sekitar 4 ribu pengusaha muda dari berbagai penjuru nusantara.

Terdapat tiga pengurus HIPMI 2019-2022 yang maju dalam kontestasi Ketua Umum HIPMI 2022-2025. Yakni Sekretaris Jenderal Bagas Adhadirgha, Wakil Ketua Umum Akbar Himawan Buchari, dan Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Anggawira. Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang, metiganya merupakan putra terbaik HIPMI. Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Umum HIPMI 2022-2025, harus dapat merangkul kontestan lainnya.

"Sebagaimana diteladankan Presiden Joko Widodo yang merangkul Prabowo Subianto, sekaligus ditelandakan Prabowo Subianto yang berbesar hati bersedia masuk dalam kabinet untuk bersama-sama Presiden Joko Widodo memajukan Indonesia. Dengan bergotong royong, ketiga kekuatan calon Ketua Umum HIPMI tersebut pada akhirnya bisa saling membesarkan HIPMI agar tetap menjadi alat perjuangan dalam memakmurkan Indonesia, sekaligus melahirkan lebih banyak pengusaha pejuang, pejuang pengusaha," ujar Bamsoet, di sela Munas HIPMI tersebut.

Baca juga : Bamsoet Ground Breaking Pembangunan Sirkuit Balap di Batam

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, sebagai bagian dari komunitas global, dan sekuat apa pun pondasi perekonomian nasional, tidak akan membebaskan dari pengaruh kondisi ekonomi dunia dan geo-politik global. Memburuknya kondisi perekonomian negara-negara maju, pastinya juga akan berdampak pada kinerja ekspor Indonesia. Sebagai gambaran, menurut survei Reuters, pertumbuhan ekonomi China pada 2022 diproyeksikan melambat dan hanya mencapai 3,2 persen, jauh di bawah target sebesar 5,5 persen.

"Kondisi tersebut bisa berpegaruh bagi Indonesia, mengingat 33,8 persen impor kita bersumber dari Tiongkok, dan 21,8 persen tujuan ekspor kita juga ke Tiongkok. Dari sisi nilai investasi, BPS mencatat nilai investasi Tiongkok pada periode 2016 hingga 2020 meningkat dari 2,6 miliar dolar AS menjadi 4,8 miliar dolar AS," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia ini menerangkan, dengan tingginya angka ketergantungan ekonomi nasional pada berbagai entitas internasional, dapat dipastikan bahwa setiap ancaman krisis global akan selalu berdampak nyata pada perekonomian nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca juga : Bamsoet Puji Jokowi Sukses Gelar KTT G20 di Bali

"Gambaran lainnya, kemampuan Indonesia menekan laju inflasi yang menurut rilis BPS tercatat pada level 5,71 persen pada Oktober 2022, tidak semata ditopang oleh faktor alamiah perekonomian nasional. Namun juga disebabkan adanya intervensi pemerintah, antara lain melalui kebijakan subsidi BBM yang diperkirakan akan mencapai Rp 700 triliun hingga penghujung tahun 2022. Jika krisis energi global tidak kunjung usai, maka subsidi ini dipastikan akan terus menjadi beban APBN," terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, HIPMI punya peran besar membantu pemerintah menyikapi berbagai dampak tekanan resesi ekonomi dan perubahan landskap politik dan keamanan global terhadap Indonesia. Dari aspek ekonomi, misalnya, mengingat pentingnya kinerja ekspor untuk menopang pertumbuhan perekonomian nasional, maka HIPMI perlu mendorong diversifikasi negara-negara tujuan ekspor, di samping diversifikasi berbagai produk ekspor.

"HIPMI juga harus terlibat dalam pemberdayaan UMKM dengan mendorong tumbuhnya kerja sama, sinergi, dan kolaborasi antara pengusaha besar dan menengah dengan UMKM. Di era disrupsi dan digitalisasi ekonomi, optimalisasi peran dan kontribusi UMKM sebagai pilar perekonomian nasional juga harus diutamakan pada program literasi digital, mengingat baru sekitar 24 persen pelaku UMKM yang telah memanfaatkan platform digital dalam menjalankan usahanya," pungkas Bamsoet.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.