Dark/Light Mode

Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut

Rabu, 17 Juni 2026 19:00 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut nota kesepahaman dengan Iran belum final. Trump tak segan mengingatkan, AS bisa saja kembali menjatuhkan bom, jika dia tak senang dengan kesepakatan tersebut. 

“Ini adalah nota kesepahaman. Jika saya tidak menyukainya, AS akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di kepala mereka. Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak berperilaku baik, AS akan kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka, oke?” kata Trump dalam KTT G-7 di Prancis, seperti dilansir Reuters, Rabu (17/6/2026).

Senin (15/6/2026), Trump mengatakan, kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang sudah ditandatangani kedua pihak. Kesepakatan itu antara lain mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan final, pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan tol, pencabutan blokade laut oleh AS terhadap Iran, penghentian operasi militer di berbagai wilayah - termasuk Lebanon -, serta komitmen Iran untuk tidak mengupayakan senjata nuklir dan melakukan negosiasi penangguhan pengayaan uranium.

Baca juga : Trump: Kesepakatan AS-Iran Tercapai, Pasokan Minyak Kembali Lancar

Penandatanganan resmi nota kesepahaman ini dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026), dengan potensi sanksi lanjutan dari AS jika kesepakatan nuklir final gagal tercapai.

Tanggapan Negara G-7

Para pemimpin negara G-7 menyambut baik kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang AS-Iran. Mereka menuntut gencatan senjata di Lebanon, dan menyatakan siap mendiversifikasi jalur pasokan energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz. 

Pemimpin G-7 juga disebut siap berkontribusi pada implementasi kesepakatan tersebut, dengan koalisi yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis. Koalisi tersebut akan membantu mengamankan pelayaran, setelah Selat Hormuz dibuka kembali.

Baca juga : Putusan DPR AS: Trump Nggak Bisa Seenaknya Serang Iran

“Kami menggarisbawahi perlunya negosiasi ... untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran di kawasan dan sekitarnya, serta memastikan bahwa mereka tidak pernah memperoleh senjata nuklir,” kata para pemimpin G-7 dalam sebuah pernyataan.

Harga minyak kembali turun pada Rabu (17/6/2026), menyusul prospek pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent berjangka berada di bawah 80 dolar AS, level terendah sejak awal konflik AS-Iran.

 

Baca juga : KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Proyek DJKA Wilayah Sumatera

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.