Dewan Pers

Dark/Light Mode

Telkom BigBox Sukses Bangun Portal Satu Data Pemkot Semarang

Kamis, 24 November 2022 22:35 WIB
Tim BigBox Leap berfoto bersama  Pemkot Semarang usai diskusi final kolaborasi pemanfaatan platform digital BigBox untuk portal Satu Data Indonesia.
Tim BigBox Leap berfoto bersama Pemkot Semarang usai diskusi final kolaborasi pemanfaatan platform digital BigBox untuk portal Satu Data Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Platform digital Telkom BigBox berhasil menyukseskan dan memenuhi kebutuhan portal Satu Data Indonesia (SDI) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Direktur Digital Bisnis Telkom, Fajrin Rasyid menyampaikan, kehadiran BigBox  akan mempermudah Pemkot Semarang mengidentifikasi permasalahan yang krusial terkait pangan, serta data tersebut dapat digunakan dalam upaya penanggulangan masalah pangan.

“Transparansi yang diterapkan oleh Pemkot Semarang dari pemanfaatan BigBox membuat keterbukaan informasi bagi publik semakin meningkat,” ujar Fajrin dalam keterangannya, Kamis (24/11). 

Selain itu, lanjut Fajrin, melalui portal SDI Kota Semarang dan data yang telah terintegrasi, memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi pembangunan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran di Kota Semarang.

Berita Terkait : KSP Dorong Potensi Pertanian Guna Perkuat Sistem Pangan

“BigBox berperan aktif dalam memberikan masukan, konsultansi, dan pelatihan kepada Pemkot Semarang. Dengan pendekatan teknologi, Pemkot Semarang mampu meningkatkan produktivitas kinerja serta menerapkan efisiensi,” tegasnya.

Analis Data Statistik Pemkot Semarang, Taufan Yuristian Dalimarta menjelaskan, bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Semarang masih banyak yang belum memiliki sistem pengolahan data digital sehingga masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel. Bahkan, masih ada OPD yang mengolah data secara analog menggunakan Buku Data Induk.

“Ada juga sebagian kecil OPD, khususnya yang memiliki hubungan vertikal dengan kementerian, pengolahan datanya dilakukan dengan cara sistem tertutup sehingga data tersebut tidak dapat dibagikan atau dipakai oleh perangkat daerah lain,” kata Taufan.

Saat ini, data sudah menjadi unsur vital sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan yang strategis. Memanfaatkan platform BigBox, ekosistem digital di Pemkot Semarang mampu terakselerasi dengan baik. 

Berita Terkait : Telkom Sukses Gaet Investor Danai Startup Rp 6,19 triliun

BigBox membantu mengkonversi data-data analog dari beberapa OPD di Pemkot Semarang yang belum memiliki pengolahan digital. Berbagai format data milik Pemkot Semarang yang di antaranya berasal dari Microsoft Excel, Pdf, maupun Jpg, dapat diubah menjadi data digital dan diolah di cloud server BigBox secara realtime sehingga dapat disajikan dalam bentuk hasil pengolahan data serta grafik visual di portal SDI Kota Semarang.

Lebih lanjut, Taufan mengatakan bahwa, Pemkot Semarang membutuhkan provider teknologi terpercaya yang seluruh infrastruktur teknologi berada di Indonesia dan dikuasai sepenuhnya oleh anak bangsa untuk mengurangi kemungkinan kebocoran dan penyalahgunaan data. 

“Maka dari itu kami memilih BigBox sebagai produk digital dari Telkom yang unggul dan merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pemanfaatan BigBox sukses mengintegrasikan 2.162 data sektoral milik Pemkot Semarang, serta menghasilkan 127 IKU (Indikator Kinerja Utama) dari Pemkot Semarang. Tak hanya itu, BigBox turut membantu pembuatan platform berbasis web untuk mengakses data terkait ketahanan pangan Kota Semarang. 

Berita Terkait : Transformasi BUMN Sukses, ADB Suntik Dana Rp 7,84 Triliun

Melalui platform ini, masyarakat Kota Semarang dapat mengakses informasi terkait pangan secara real time berdasarkan kondisi terkini di lapangan.

BigBox merupakan bagian dari Leap sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia. Dengan adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan dengan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang.■