Dark/Light Mode

Pengamat UI: Rasio Kepemilikan Mobil Di Indonesia Masih Rendah

Jumat, 24 Februari 2023 01:06 WIB
Kasubdit Industri Alat Transportasi Darat Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Dodiet Prasetyo (kedua kanan), Direktur Pemasaran PT Toyota- Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy (tengah), Direktur Operasional PT Toyota Astra Financial Services (TAF) Devy Santoso Jayadi (kedua kiri) dan Pengamat Otomotif LPEM Universitas Indonesia (UI) Riyanto (kanan) pada acara workshop pasar dari industri otomotif nasional yang diseleggarakan Forum Wartawan Industri (Forwin) bertema “Tancap Gas Kejar Target Pasar Mobil 2 Juta Unit” di Jakarta, Kamis (23/2). (Foto: Ist)
Kasubdit Industri Alat Transportasi Darat Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Dodiet Prasetyo (kedua kanan), Direktur Pemasaran PT Toyota- Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy (tengah), Direktur Operasional PT Toyota Astra Financial Services (TAF) Devy Santoso Jayadi (kedua kiri) dan Pengamat Otomotif LPEM Universitas Indonesia (UI) Riyanto (kanan) pada acara workshop pasar dari industri otomotif nasional yang diseleggarakan Forum Wartawan Industri (Forwin) bertema “Tancap Gas Kejar Target Pasar Mobil 2 Juta Unit” di Jakarta, Kamis (23/2). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar mobil domestik sangat terbuka menembus 2 juta unit tahun 2030. Syaratnya, pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen per tahun dan populasi penduduk 1 persen sepanjang 2023-2030.

Begitu kata Pengamat otomotif LPEM UI Riyanto dalam  workshop “Tancap Gas Kejar Target Pasar Mobil 2 Juta Unit” yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Kamis (23/2). Hadir juga sebagai pembicara Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi, Kasubdit Industri Alat Transportasi Darat Ditjen IMATAP Kementerian Perindustrian Dodiet Prasetyo, dan Direktur Operasional PT Toyota Astra Financial Services (TAF) Devy Santoso

Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar itu, dia menyatakan, PDB per kapita Indonesia mencapai 6.500 dolar AS pada 2030. Lebih tinggi dibandingkan tahun lalu 4.783 dolar AS. Selanjutnya, rasio kepemilikan mobil pada tahun 2030 mencapai satu unit per 150 penduduk.

Baca juga : Pengamat: Moeldoko Pemimpin Perubahan Hadapi Indonesia Emas 2045

“Jika semua syarat itu terpenuhi, pasar mobil akan mencapai 2,1 juta unit tahun 2030, di luar faktor mikro, seperti perubahan preferensi masyarakat yang bisa saja lebih memilih memakai transportasi umum atau angkutan online. Kemudian, bisa saja generasi muda nantinya lebih memilih investasi ketimbang membeli mobil,” tegas dia.

Dia mencatat, rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini sangat rendah, yakni 99 per 1.000 penduduk atau satu unit per 300 penduduk. Bandingkan dengan Thailand satu unit per 100 orang dan Malaysia 1 unit per 64 penduduk. Jika rasio kepemilikan mobil Indonesia di Indonesia naik menjadi satu unit per 150 orang, pasar mobil akan mencapai 2,1 juta unit.

Level itu, kata dia, sangat mungkin dicapai, karena Indonesia menyumbangkan 40% penduduk Asean. Namun, Indonesia hanya menyumbangjan 40 persen pasar mobil ASEAN. Dalam tujuh tahun terakhir, pasar mobil tak bergerak di level 1 juta unit, bahkan sempat ambles ke 532 ribu unit pada 2020 saat pandemi Covid-19.

Baca juga : Kampung Halaman Shin Tae-yong Promosi Makanan Dan Minuman Di Indonesia

Dia menambahkan, untuk mencapai penjualan mobil 2,1 juta unit, mau tak mau mobil segmen A dan B harus digenjot. Namun, segmen ini sangat elastis terhadap harga jual. Oleh sebab itu, dibutuhkan stimulus untuk merangsang penjualan.

“Kalau harga mobil segmen A dan B turun 1 persen, demand bisa naik 3,5 persen. Jadi, kalau harga turun 10 persen, permintaan bisa melejit 35 persen. Intinya, segmen ini ada ruang untuk dibesarkan,” kata dia.

Dia menambahkan, pada 2030, pangsa pasar mobil elektrifikasi diprediksi mencapai 10 persen, lebih rendah dari target pemerintah. Khusus untuk BEV, konsumen menantikan terbentuknya ekosistem selain harga jual kompetitif.   

Baca juga : Organisasi Kepemudaan Usulkan Dua Nama Ini Masuk Kabinet

Sementara itu, Devy Santoso menyatakan, industri pembiayaan terkait erat dengan pergerakan pasar mobil. Sebab, sebesar 43 persen pembiayaan konsumsi disumbangkan pembiayaan mobil baru.

Dia menyatakan, industri pembiayaan kini dihadapkan pada beberapa tantangan, terutama kenaikan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah bisa menahan BI7DRR di level saat ini, sebesar 4,75 persen.

“Dalam kondisi seperti ini, kami mengeluarkan paket-paket kredit menarik untuk menarik orang membeli mobil sehingga diharapkan dapat memacu pasar secara keseluruhan,” tegas dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.