Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita Moge hingga Emas dari Penggeledahan
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,37 persen di level Rp 14.875 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 14.820 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang minus 0,03 persen, baht Thailand melemah 0,20 persen, peso Filipina turun 0,16 persen, won Korea Selatan minus 0,11 persen, yuan China melemah 0,18 persen dan dolar Singapura melemah 0,02 persen.
Baca juga : Dibuka Rp 14.792, Rupiah Melemah 0,28 Persen
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,02 persen ke level 102,38. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,38 persen ke level Rp 16.163, terhadap poundsterling Inggris minus 0,33 persen ke level Rp 18.570, dan terhadap Australia melemah 0,45 persen ke level Rp 9.912.
Analis Senior dari DCFX Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah didorong oleh perbaikan sejumlah data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasinya.
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melemah 0,03 Persen
"Rebound pada penjualan ritel AS serta produksi industri dan manufaktur juga mendorong naiknya imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi apabila the Fed belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat," jelasnya di Jakarta, Rabu (17/5).
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 14.750-Rp 14.900 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya