Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengamat Puji Peran Bahlil Prioritaskan Investor Lokal Bangun IKN
Jumat, 18 Agustus 2023 18:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama para investor dalam negeri (lokal).
Kedatangannya, untuk meninjau pembangunan di IKN, serta menemukan solusi atas masalah yang dihadapi oleh para investor dalam proyek pembangunan IKN.
Dalam kunjungan itu, Menteri Bahlil didampingi Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe dan Konsorsium Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dipimpin pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma.
Dari Konsorsium PMDN itu, diperkirakan nilai investasi yang masuk ke IKN menelan biaya sekitar Rp 30-40 triliun, yang rencananya akan mulai melakukan groundbreaking pada September 2023.
Pengamat Ekonomi Piter Abdullah mengapresiasi kinerja Menteri Bahlil mendorong gairah investor dalam negeri untuk membangun IKN yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Awalnya, kata Piter, banyak yang meragukan proyek IKN akan mangkrak karena sepi peminat.
Namun Bahlil selaku menteri investasi mampu meyakinkan para investor Tanah Air untuk menanamkan dananya setelah infrastruktur dasar terbangun.
Baca juga : OSO: Peringatan Hari Kemerdekaan Momentum Bangun Kebersamaan
Belum masuknya investor kata Piter merupakan hal yang wajar, karena para investor melihat belum lengkapnya infrastruktur pendukung seperti listrik, air, jalan dan lainnya.
Namun, setelah infrastruktur ini tersedia maka para investor akan berbondong-bondong masuk untuk berinvestasi di IKN.
“Kalau menurut saya banyak yang memang under estimate dengan IKN, karena kelihatan IKN belum ada investor swasta yang masuk, padahal sebenarnya memang secara tahapan belum tahapannya swasta yang masuk, pasti tahapannya itu adalah pemerintah dulu membangun infrastruktur dasar,” ujar Piter, Jumat (18/8).
Piter yang juga direktur eksekutif Segara Institute menjelaskan para investor swasta atau investor dalam negeri memang menunggu pengerjaan infrastruktur dasar selesai digarap dulu oleh pemerintah.
Baru kemudian, para pengusaha lokal berbondong-bondong masuk.
"Istilahnya, sekarang ini orang bikin warung tegal atau warteg aja belum bisa di situ, gimana mau bangunnya,” papar Piter.
Menurut Piter pemerintah sebagai penanggung jawab atas pembangunan IKN ini terlebih dulu membangun jalan, ketersediaan jaringan listrik, air dan lain sebagainya, setelah itu baru para investor swasta melanjutkan pembangunannya.
Baca juga : Pena Mas Ganjar Gelar Pertandingan Bola Voli Antar Anak Muda Di Jateng
“Jadi pasti butuh waktu. Yang pasti ada proses tahapan dan tahapan yang sekarang ini masih tahapan pemerintah. Kalau pemerintah sudah selesai tahapan pembangunan semua jalan-jalan, saya kira nanti swasta akan berebut masuk,” ucapnya.
Piter meyakini, pihak swasta akan berebut masuk untuk dapat ikut menggarap proyek IKN karena akan menyesal jika mereka ketinggalan atau tidak ikut berkontribusi.
“Kaya Agung Podomoro, diam-diam itu semuanya akan masuk pasti pada waktunya nanti, sekarang sih belum masuk,” ucapnya.
Dia menambahkan, jika sejak pembangunan infrastruktur dasar pihak swasta ikut terlibat sejak awal, maka akan menjadi ribet dengan berbagai interupsi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah.
“Kalau swasta sekarang ini sudah jalan (swasta) pasti ribet nantinya malah, yang perlu dipahami sekarang itu kan pemerintah lagi bangun infrastruktur jalan, listrik dan lainnya,” ungkapnya.
Diyakini Piter Abdullah, dalam waktu dekat investor swasta akan berlomba-lomba masuk berinvestasi di IKN. Sebab, proyek itu sangat menjanjikan dengan konsep smart city-nya.
“Ini harus selesai dulu baru kemudian swasta masuk, swasta itu baik untuk perumahan dan sebagainya, rumah sakit dan sebagainya, tapi mungkin masyarakat perlu juga tahu bahwa pembangunan kota IKN itu kan smart city kita yang pertama, itu tidak ada tiang listrik nanti di sana,” jelasnya.
Baca juga : Pengamat: Program Perahu Listrik Ganjar Layak Diterapkan Secara Nasional
“Semuanya bawah tanah, karena itu kalau tidak diselesaikan dulu bagaimana nanti jadi, ini memang harus tahapannya harus selesai dulu dari pemerintah membangun infrastruktur dasar, sehingga nanti begitu Itu sudah selesai swasta itu masuk semuanya sudah tersedia,” sambungnya.
Lebih jauh Piter mengatakan, jika swasta sudah masuk, pemerintah tidak perlu lagi capek-capek untuk mempromosikan IKN.
Secara otomatis, investor dari luar negeri juga akan ikut segera merealisasikan investasinya.
"Sekarang itu belum aja kelihatan maunya, mereka itu menunggu dulu tahapan pemerintah selesai, kalau semuanya sudah selesai mereka akan dengan otomatis masuk ke IKN,” tuturnya.
Selain itu, Piter Abdullah juga meyakini, jika melihat progres pembangunan IKN saat ini, rencana Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggelar upacara bendera 17 Agustus ke 79 tahun 2024 di IKN bakal terealisasi.
“Kalau dilihat dari perkembangan sekarang, saya kira bisa tercapai kalau hanya sekadar mengejar perayaan 17 Agustus, upacara bendera di sana,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya