Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Kata Jokowi, Akbar Buchari Bakal Jadi Menteri

Senin, 4 September 2023 14:21 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari cocok jadi menteri.

Kata Jokowi, Akbar bakal jadi menteri di pemerintahan selanjutnya. Pernyataan ini mencuat saat Hipmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di ICE BSD, Banten, Kamis (31/8).

Secara momentum, Rakernas Hipmi kali ini sangat strategis. Pembahasannya pun tidak sebatas program kerja, tetapi juga menyinggung Pemilihan Presiden (Pilpres).

Diawali sambutan Akbar. Dalam pidatonya, ia mengatakan, esensi Rakernas adalah membahas program kerja organisasi di seluruh bidang yang erat kaitannya dengan kementerian/lembaga pemerintah.

"Kami ingin menyinkronkan kebijakan pusat ke daerah. Sehingga implementasi dan eksekusi kebijakan ke depan bisa berjalan dengan baik. Kami juga melakukan MoU dengan beberapa kementerian, utamanya Kementerian Koperasi dan UKM," tutur Akbar.

Di hadapan Presiden, ia meminta keberpihakan Pemerintah terhadap pelaku UMKM yang selalu menjadi pejuang ekonomi rakyat.

Seperti halnya kemudahan perizinan, permodalan, dan akses pasar. Ia juga meminta agar BUMN menjalin kolaborasi dengan pengusaha muda di daerah.

Baca juga : Kalahkan Messi, Halaand Jadi Pemain Terbaik UEFA

Hal menarik terjadi ketika Akbar mengapresiasi Presiden. Karena di era kepemimpinan Jokowi, banyak menteri dari Hipmi.

Seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Ia menilai, alangkah lebih baik lagi jika Presiden menambah menteri dari Hipmi.

"Kami sangat terhormat diberi kesempatan itu. Tapi kami rasa masih kurang. Kalau bisa ditambah lagi pak. Biar anak-anak muda ini diberi ruang juga dalam politik nasional," seloroh Akbar, disambut tepuk tangan peserta Rakernas. Gayung bersambut.

Jokowi mengamini, banyak alumni Hipmi yang masuk di kabinet.

"Jangan dilupakan saya ini adalah Hipmi, tapi HIPMI daerah, Hipmi kampung. Memang belum masuk ke pusat. Tapi sekali lagi, Presiden tetap Hipmi," kata Jokowi, menimpali pernyataan Akbar.

Jokowi menganggap wajar jika Akbar meminta arahan darinya. Terlebih ia merupakan senior di Hipmi.

Baca juga : Jokowi Puji Ganjar Bangun SMKN Gratis, Fasilitas Bagus Jadi Contoh Provinsi Lain

"Jadi kalau mengarahkan nggak apa-apa. Jadi kalau cawe-cawe juga nggak apa-apa. Karena di keluarga kita sendiri. Saya jadi mikir-mikir, jangan-jangan Hipmi ini sudah menjadi Himpunan Para Menteri Indonesia," kelakar Presiden.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengakui, banyak kader Hipmi masuk di kabinet. Jokowi lantas menyebut, Akbar pun akan bernasib sama seperti senior-seniornya, masuk dalam kabinet.

Terlebih, pengusaha kelahiran Medan 35 tahun silam itu dinilai cocok jadi menteri.

"Kalau masih punya kesempatan, Bung Akbar saya masukkan. Tapi ndak lah, ndak. Bung Akbar ngantre untuk tahun depan jadi menteri, bisa saya kira. Meskipun presidennya bukan saya, tapi Bung Akbar masuk, sudah," janji Jokowi.

Soal permintaan Akbar terkait permodalan, Jokowi telah mengabulkannya.

Buktinya, Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini mencapai Rp 460 triliun dengan bunga hanya 6 persen.

Hanya saya, perlu sosialisasi agar kuota tersebut bisa habiskan. Bahkan dirinya terus mendorong kepada menteri, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar KUR ini tanpa agunan.

Baca juga : Tindak Lanjuti B20 India, Pertamina Akan Kembangkan Bahan Bakar Bioenergi

Mestinya menggunakan sistem credit scoring. Karena biasanya, pengusaha muda belum memiliki aset.

"Jadi kalau peluang diberikan dengan sistem credit scoring itu akan lebih memudahkan. Dan, ini akan terus saya dorong," janji mantan wali kota Solo itu.

Sementara Bahlil, yang juga mendapat kesempatan berbicara di forum mengatakan, Hipmi tak bisa lepas dari ajang Pilpres.

Namun, ia mengingatkan agar Hipmi tetap solid dalam menikmati pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Sebagai mantan ketua umum Hipmi, Bahlil meminta seluruh kader, baik di tingkat pusat maupun daerah mengikuti instruksi Akbar.

"Pesan saya, jaga kekompakan khususnya (terkait) capres. Ini kita tunggu saja Ketum Akbar. Karena dia yang paling berhak sebagai ketum, tapi butuh juga masukan dari teman-teman," pesan Bahlil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.