Dark/Light Mode

Pengembangan Filtrasi Saluran Irigasi Desa Satriamekar dengan Kran Otomatis

Sabtu, 20 April 2024 05:02 WIB
Ilustrasi Sistem Kran Filtrasi Otomatis (Automatic Filtration Faucet) (Sumber: Dok. Penulis)
Ilustrasi Sistem Kran Filtrasi Otomatis (Automatic Filtration Faucet) (Sumber: Dok. Penulis)

Pendahuluan 
Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan kerangka tujuan atau indikator yang disepakati dunia dan diharapkan dapat digunakan secara universal. Salah satu indikator yang dimiliki SDGs yaitu clean water and sanitation atau akses air bersih dan sanitasi.  Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2021 terdapat 10.683 desa/kelurahan yang mengalami pencemaran air. Di Jawa Barat terdapat 1.712 desa/kelurahan yang terdampak pencemaran air, termasuk di Desa Satriamekar. Sumber air yang mengairi desa tersebut berasal dari Kali Busa. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, air tersebut digunakan untuk mengairi lahan pertanian yang ada. Namun  air dari Kali Busa sangatlah keruh dan berbau akibat tumpukan sampah yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat sekitar. 

Pengertian Filtrasi 
Sistem filtrasi adalah proses penyaringan untuk menghilangkan zat padat tersuspensi dari air melalui media berpori. Pada umumnya, prinsip filtrasi dibagi menjadi 2, yaitu  filtrasi dengan aliran vertikal dan aliran horizontal. Filtrasi horizontal secara permanen terendam oleh air limbah dan proses yang terjadi adalah sebagian aerobik dan sebagian anaerobik. 

Sistem Kran Filtrasi Otomatis (Automatic Filtration Faucet) Pada Saluran Irigasi
Sistem kran filtrasi otomatis merupakan pengembangan dari sistem filtrasi dengan aliran horizontal yang akan digunakan untuk menyaring air limbah menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk mengairi lahan sawah dengan menggunakan selang. Sistem ini menggunakan media selang atau pipa yang fungsinya untuk tempat air mengalir dari hasil filtrasi, lalu dibawa ke tempat lahan sawah untuk irigasi. Selain itu, sistem kran filtrasi otomatis juga dilengkapi dengan sensor infra merah (Infra Red) untuk memudahkan keluar masuknya air secara otomatis dengan memanfaatkan sinar matahari.

Baca juga : Rayakan Lebaran di DatascripMall.ID dengan Pesta Lebaran Sale 2024

Gambar 1. Ilustrasi Sistem kran Filtrasi Otomatis (Automatic Filtration Faucet) (Sumber: Penulis)

Kondisi Lahan Pertanian di Desa Satriamekar
Luas lahan pertanian yang digunakan sebesar 1.150 meter persegi yang dihitung dengan menggunakan Google Earth Pro. Kondisi tanah lahan pertanian di Desa Satriamekar masuk kedalam kategori kering dan produktivitas rendah. Hal ini dikarenakan beberapa faktor utama, seperti cuaca dan sumber air yang kotor dan berbau dikarenakan banyaknya sampah dari limbah rumah tangga. Hingga saat ini belum adanya sistem filtrasi yang dilakukan untuk menyaring air dari Kali Busa.

Gambar 2. Kondisi Irigasi Sawah Tahun 2023 (Sumber: Google Earth Pro)

Penerapan Sistem Kran Filtrasi Otomatis di Lahan Pertanian
Tahap perencanaan dimulai dari sistem filtrasi jenis aliran horizontal sederhana berupa tabung dengan media batu kali, ijuk, pasir halus, arang aktif, kerikil, batu-batu kecil, kain penyaring tahu, dan spons. Kemudian selang akan disambungkan ke tabung filtrasi. Panjang selang yang dibutuhkan di desa tersebut sepanjang 161 m yang mencakup setiap sudut lahan. Hasil filtrasi air Kali Busa, akan disalurkan melalui selang khusus irigasi dengan lebar 4cm, tebal 150 mc. Socket digunakan untuk menghubungkan selang yang satu dengan lainnya. Lalu selang dilubangi dan dipasangkan paralon yang panjangnya 50 mm. Paralon dipasangkan kran yang berjenis high pressure water gun. Penempatan sensor infra merah di atas  high pressure water gun. Jarak maksimal pancaran air yang dikeluarkan yaitu 15-20 m dengan menggunakan nozzle berjenis spray.

Gambar 3.Ilustrasi Penerapan Sistem Kran Filtrasi Otomatis di Lahan Pertanian (Sumber: Google Earth Pro)

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Kran Filtrasi Otomatis 
Kelebihannya yaitu produksi hasil panen yang maksimal, mengatasi permasalahan pencemaran air irigasi dan kebutuhan tanaman akan air, dan dapat memanfaatkan barang-barang limbah untuk digunakan kembali dalam proses penyaring air dari Kali Busa. Selain itu terdapat kekurangan yaitu memerlukan biaya yang tidak sedikit, proses filtrasi terganggu akibat limbah sampah yang terus menumpuk, dan jangkauan pancaran air yang tidak merata.

Penutup
Sistem kran filtrasi otomatis (Automatic Filtration Faucet) dapat menjadi solusi dari permasalahan pencemaran air, sekaligus permasalahan penghematan air. Dengan biaya pemasangan yang cukup mahal, pemerintah daerah dan instansi terkait dapat bekerjasama untuk mengatasi biaya tersebut. Selain itu, diperlukan kesadaran dari masyarakat terkait pembuangan sampah. Dengan begitu, sistem kran filtrasi otomatis dapat beroperasi dengan maksimal. Selain mencakup indikator clean water and sanitation atau akses air bersih dan sanitasi, pengembangan filtrasi pada saluran irigasi di Desa Satriamekar juga mencakup indikator energi bersih dan terjangkau (affordable and clean energy), dan ekosistem darat (life on land).

Daftar Pustaka 

Arsianti, M. F. (2020). Sistem Kran Air Otomatis Menggunakan Sensor Infrared Adjustable.

BAPPENAS. (2024, Januari). Indonesia Paparkan Krisis Air, Ekonomi Biru, hingga KSST di World Economic Forum. Retrieved from BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional): https://www.bappenas.go.id/id/berita/indonesia-paparkan-krisis-air-ekonomi-biru-hingga-ksst-di-world-economic-forum-4lQt6 

Hasibuan, S. (2010). Analisa Kebutuhan Air Irigasi Daerah Irigasi Sawah Kabupaten Kampar.

R, R. (n.d.). Pengertian Irigasi: Jaringan, Jenis, Tujuan, dan Manfaatnya. Retrieved from Gramedia: https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-irigasi/

Rucika. (2018, Desember). Retrieved from Wajib Tahu, Ini Jenis-jenis Irigasi Pertanian!: https://www.rucika.co.id/tujuh-jenis-irigasi-dan-pengertiannya/

Siringoringo, C. F. (2019). Bab II Tinjauan Pustaka tentang Pengertian Filtrasi.

Wiguna, P. P. (2019, Januari). Metode Perhitungan Kebutuhan Air. Retrieved from https://erepo.unud.ac.id/id/eprint/30041/1/16c38e6c65aa7ea519723ed820b192ca.pdf

Yolanda, F. (2018, Mei). Ini Tiga Masalah Irigasi di Indonesia. Retrieved from Ramadhan Republik: https://ekonomi.republika.co.id/berita/p8t1m6370/ini-tiga-masalah-irigasi-di-indonesia  

Raden Roro Digna Puty Naomi
Raden Roro Digna Puty Naomi
Digna

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.