Dark/Light Mode

AP I Dan AP II Digabung Jadi InJourney Aiports

Customer Experience Di Bandara Makin Oke

Rabu, 29 Mei 2024 18:01 WIB
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Ist)
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyampaikan rencana penggabungan Angkasa Pura I (AP1) dan Angkasa Pura 2 (AP2) ke dalam InJourney Airports. Kedua entitas akan dibubarkan dan seluruh aset serta kepentingannya akan dilebur dan digabung dalam InJourney Airports. 

Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Rahadian D Yogisworo dalam keterangannya, Rabu (29/5/2025).

“Dengan dilaksanakannya penggabungan tersebut, maka status hukum AP1 dan AP2 akan berakhir karena hukum, dan oleh karenanya kegiatan-kegiatan usaha yang saat ini dilaksanakan oleh kedua entitas tersebut, termasuk usaha di bidang jasa kebandarudaraan dan jasa terkait bandar udara akan dilanjutkan oleh InJourney Airports sebagai perusahaan penerima penggabung,” ujarnya.

Baca juga : InJourney Airports Siapkan 13 Bandara Layani Angkutan Haji 2024

Seiring dengan rencana penggabungan InJourney Airports, AP1, dan AP2 akan melakukan penyesuaian terhadap perizinan, konsesi, fasilitas, lisensi, laporan, persetujuan, pemanfaatan, kontrak, perjanjian, dokumen kepemilikan aset, setifikat hak atas tanah, dokumen dan hal-hal terkait aspek ketenagakerjaan. Serta dokumen lainnya dalam waktu dua tahun sejak tanggal efektif penggabungan. 

Menurutnya, penggabungan dua entitas tersebut dilandasi oleh visi Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar utama aviasi dan pariwisata, yang didukung oleh sejumlah faktor. Seperti  faktor Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, posisi geografis yang strategis, keindahan alam dan budaya yang beragam, kelas konsumen yang terus berkembang, serta sumber daya alam yang melimpah. 

“Faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap jumlah kontribusi pariwisata, pergerakan penumpang domestik dan internasional, wisatawan asing, serta pergerakan kargo udara,” ujarnya.

Baca juga : PLN Icon Plus Gelar Event EV Journey Experience Jakarta-Mandalika

Melalui penggabungan, rencana pengembangan infrastruktur bandara akan terkoordinasi dengan lebih baik. Khususnya terkait alokasi investasi serta peningkatan signifikan dalam pelayanan dan efisiensi penerbangan terutama terkait harmonisasi dan perbaikan customer experience di bandara melalui operator bandara dalam satu entitas. 

Rencana integrasi ini akan menjadikan InJourney Airports sebagai pengelola bandara terbesar ke-5 dunia dengan 36 bandara yang tersebar di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia yang diestimasikan dapat melayani 550-700 juta penumpang per tahun di tahun 2045. 

InJourney Airports sendiri adalah perusahaan milik pemerintah yang kepemilikan sahamnya mayoritas dimiliki oleh BUMN PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebanyak 99,99 persen. Sisa sahamnya dimiliki langsung oleh Negara Republik Indonesia dan BUMN lainnya PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.