Dark/Light Mode

Bank DKI Dan Transjakarta Kolaborasi Tingkatkan Layanan Transportasi Publik

Senin, 22 Juli 2024 08:14 WIB
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza (Kiri), Direktur Utama PT Bank DKI, Agus H. Widodo (tengah ), dan Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono (kanan ) di acara Peresmian Penamaan Halte Transjakarta Senayan Bank DKI, di Jakarta (11/07)
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza (Kiri), Direktur Utama PT Bank DKI, Agus H. Widodo (tengah ), dan Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono (kanan ) di acara Peresmian Penamaan Halte Transjakarta Senayan Bank DKI, di Jakarta (11/07)

RM.id  Rakyat Merdeka - Halte Gelora Bung Karno (GBK) resmi berubah menjadi Halte Senayan Bank DKI. Perubahan nama ini atas kerja sama antara Bank DKI dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) melalui penamaan halte dari Halte GBK menjadi Halte Senayan Bank DKI. Kerja sama BUMD DKI ini untuk peningkatan layanan transportasi publik di Jakarta. 

Peresmian Penamaan Halte Senayan Bank DKI tersebut dilakukan pada Kamis (11/7) oleh Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza, Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, serta disaksikan oleh jajaran Direksi Transjakarta dan Bank DKI, di antaranya Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan, Direktur Komersial dan Kelembagaan Bank DKI, Herry Djufraini, dan Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono.

Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo menjelaskan, bahwa sinergi ini menandai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara Bank DKI dan Transjakarta dalam rangka peningkatan layanan transportasi publik di Jakarta. 

Baca juga : Jakarta BIN Juara Proliga 2024 Usai Kalahkan Jakarta Electric PLN

“Penamaan Halte Transjakarta Senayan merupakan wujud nyata dukungan Bank DKI untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Jakarta. Kami mempercayai, upaya ini akan mendukung peningkatan kualitas transportasi publik di Jakarta,” ujar Agus, Senin (22/7).

Lebih lanjut, Agus mengatakan, dengan menjadi pemegang hak penamaan Halte Transjakarta Senayan Bank DKI, akan menjadi awal dari berbagai program kemitraan dan inisiatif strategis lainnya yang akan dijalankan Bank DKI dan Transjakarta untuk mewujudkan layanan transportasi publik dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna layanan Transjakarta.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan, bahwa dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turut menjadi kunci sukses inisiatif ini. 

Baca juga : Jakarta Fair 2024 Berakhir Catatkan Nilai Transaksi Lebih dari Rp 7,5 Triliun

“Bank DKI menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta sebagai Pemegang Saham Utama, serta berharap kerja sama ini dapat terus berjalan dengan baik untuk kemajuan transportasi publik di Jakarta. Hal ini juga sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang modern dan berdaya saing,” imbuh Arie.

Sementara Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menuturkan, penamaan halte sebagai commercial branding. Serta berkontribusi signifikan terhadap pendapatan korporasi. 

“Kolaborasi ini menjadi pendorong untuk memajukan sistem transportasi publik di Jakarta dan menunjang gaya hidup masyarakat sebagai bentuk representatif dari kota global yang berkelanjutan,” ujar Welfizon. 

Baca juga : KAI Properti Kolaborasi BSSN Optimalkan Pemanfaatan Sertifikat Elektronik

Ia menambahkan penamaan Halte Senayan Bank DKI juga akan meningkatkan brand awareness Bank DKI dengan memperkenalkan kembali Jakarta Tourist Pass yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna transportasi publik serta peluang aktivasi dan event yang dapat dinikmati oleh pelanggan Transjakarta.


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.