Dark/Light Mode

Dibayangi NPL Dan Likuiditas

OJK Pastikan Sektor Keuangan Tetap Solid

Rabu, 10 Juli 2024 07:02 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketidakpastian global tidak menyurutkan keyakinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa sektor jasa keuangan nasional tetap stabil. Bahkan, diyakini akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, sangat penting menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang selaras dengan stan­dar internasional.

Apalagi saat ini perekonomian global secara umum menunjuk­kan pelemahan, dengan data perekonomian Amerika Serikat (AS) tercatat lebih rendah dari ekspektasi, di tengah inflasi yang masih melekat kuat di pereko­nomian di Negeri Paman Sam.

“Melihat kondisi tersebut, pasar menaikkan ekspektasi pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak dua kali pada 2024, lebih tinggi dari guid­ance The Fed yang sebanyak satu kali,” ujar Mahendra dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) secara virtual, Senin (8/7/2024) sore.

Baca juga : KJP Gelombang 2 Kapan Cairnya Nih?

Dari dalam negeri, perekono­mian domestik terjadi pemulihan permintaan masyarakat yang terus berlanjut, kendati masih lambat. Inflasi inti juga relatif stabil dengan pertumbuhan uang beredar meningkat.

“Ini mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan permin­taan ke depan,” kata mantan Wakil Menteri Keuangan ini.

Dalam kesempatan itu, man­tan Wakil Menteri Luar Negeri ini juga menyinggung adanya wacana perpanjangan restruktur­isasi kredit terdampak Covid-19.

Menurut Mahendra, rencana tersebut tidak akan diperpanjang dan belum melihat adanya hal yang mendesak.

Baca juga : Der Oranye Ngebet Akhiri Puasa Gelar

Dia menekankan, ketika OJK menetapkan berakhirnya relaksasi restrukturisasi kredit terdampak Covid-19, sudah dihitung seberapa besar efeknya terhadap kondisi perbankan dan perkembangan perekonomian secara menyeluruh.

“Dari hal tadi, kami sampai­kan, perbankan telah membentuk pencadangan yang sangat mema­dai,” ucap mantan Duta Besar In­donesia untuk Amerika Serikat ini.

Mahendra memastikan, pencadangan perbankan memadai dengan coverage ratio sebesar 33,84 persen per Mei 2024. Hal ini menunjukkan perbankan secara umum telah menerapkan manajemen risiko dan kehati-hatian yang baik dalam penge­lolaan kreditnya.

Pertimbangan lainnya, sam­bung mantan Wakil Menteri Perdagangan ini, OJK juga melihat kinerja yang baik dari perbankan. Hal ini didukung oleh permodalan yang kuat.

Baca juga : Rybakina Atasi Kalinskaya

“Kami menilai perbankan mam­pu. Bukan saja hanya mempertahankan kinerja dengan kondisi ke depan, tapi juga target-target yang telah dicanangkan,” katanya.

Hal tersebut diamini Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Dian membeberkan beberapa indika­tor kinerja keuangan perbankan yang dinilai OJK masih sangat memadai alias stabil.

Hingga Mei 2024, kualitas kredit terjaga dengan Non Perform­ing Loan (NPL) gross mencapai 2,34 persen dibanding April 2024 sebesar 2,33 persen dan NPL net mencapai level 0,79 persen dari sebelumnya 0,81 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.