Dark/Light Mode

Perkuat Demokrasi, APPI Sebut Koperasi Di Indonesia Relevan Situasi Bangsa

Jumat, 12 Juli 2024 14:26 WIB
Ketua Umum APPI Muhammad Taufik (kanan). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Ketua Umum APPI Muhammad Taufik (kanan). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi Ke-77, Perkumpulan Asosiasi Profesi Perkoperasian Indonesia (APPI) menegaskan, koperasi masih relevan keberadaannya sampai saat ini dalam menghadapi situasi bangsa.

Koperasi mampu mendidik masyarakat dan memperkuat demokrasi sebagai cita-cita bangsa.

“Koperasi mendidik semangat pada kekuatan sendiri yang dibutuhkan untuk memberantas penyakit ‘inferiority complex’ warisan kolonialisme,” ucap Ketua Umum APPI Muhammad Taufik dalam keterangan resminya, Jumat (12/7/2024).

Taufik mengatakan, koperasi berperan menempa ekonomi rakyat yang lemah agar menjadi kuat. Koperasi bisa merasionalkan perekonomian, yakni dengan mempersingkat jalan produksi ke konsumsi.

“Bung Hatta juga berpesan bahwa, koperasi merupakan senjata persekutuan si lemah untuk mempertahankan hidupnya,” katanya.

Baca juga : Kalau Sampai Krisis Beras, Indonesia Diledek Singapura

Namun, meski gerakan koperasi Indonesia telah berumur 129 tahun, APPI menemukan fakta bahwa belum menyaksikan kehidupan perkoperasian yang memuaskan dan membanggakan.

“Kami juga melihat bahwa koperasi bergeser orientasinya ke sektor jasa keuangan yakni usaha simpan pinjam. Akibatnya konsentrasi perkembangan koperasi dengan pencurahan sumber daya anggota dan modal pada sektor keuangan,” tuturnya.

Menurut Taufik, hal ini menyebabkan kemajuan koperasi tidak lagi seimbang dan penuh dengan risiko, sehingga banyak kasus koperasi yang bermasalah.

Di lain pihak, koperasi sektor riil kurang berkembang, bahkan banyak yang mengalami kemunduran.

Ia menyebut, liberalisasi yang semakin liar, merusak sendi-sendi koperasi disektor riil dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Baca juga : Gandeng Bulog, Pupuk Indonesia Serap Hasil Panen Petani Makmur

APPI melihat, sejumlah permasalahan utama yang menghambat perkembagan koperasi Indonesia, antara lain lemahnya ketaatan pada implentasi jati diri koperasi.

“Banyak koperasi yang tidak menjunjung nilai etika berkoperasi, yaitu kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab sosial dan kepedulian kepada pihak lain,” ujarnya.

Selain itu, pendidikan sebagai salah satu prinsip dalam berkoperasi tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Akibatnya, anggota koperasi banyak yang tidak mengerti hak dan kewajibannya sebagai pemilik maupun pengguna jasa koperasi.

“Begitu juga, banyak pengurus dan pengelola yang tidak memahami dalam memberikan pelayanan kepada para anggotanya serta masih minimnya kerjasama antar koperasi yang juga merupakan bagian dari prinsip koperasi,” ungkapnya.

Taufik menegaskan, perlu pembenahan kehidupan koperasi Indonesia ke depan perlu terus diperjuangkan dan dilakukan secara saksama, melalui beberapa aspek prioritas.

Baca juga : BAZNAS RI bersama Amgala Indonesia dan JavaMifi Salurkan Bantuan di Bandung

Yaitu, secara konsekuen menerapkan jati di koperasi sebagai sumber keunggulan koperasi dalam menghadapi entitas bisnis lainnya.

Membangun kembali secara sistematis dan berdaya saing koperasi di sektor rill, pembenahan dan perkuatan organisasi gerakan koperasi, membangun kembali lembaga-lembaga pendidikan perkoperasian yang dikelola secara profesional, serta negara hadir dalam porsi yang tepat untuk memberdayakan koperasi.

“APPI sebagai organisasi profesi merasa terpanggil merasa terpanggil untuk turut secara aktif mendukung dan memfasilitasi pengembangan koperasi Indonesia ke depan,” pungkas Taufik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.