Dark/Light Mode

Ini 5 Strategi REI Dukung Program Pembangunan 3 Juta Rumah

Sabtu, 3 Agustus 2024 10:15 WIB
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menyatakan kesiapan mendukung Program Pembangunan 3 Juta Rumah yang dicanangkan presiden terpilih Prabowo Subianto. (Foto: Dok. DPP REI)
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menyatakan kesiapan mendukung Program Pembangunan 3 Juta Rumah yang dicanangkan presiden terpilih Prabowo Subianto. (Foto: Dok. DPP REI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyatakan kesiapan untuk mendukung dan merealisasikan Program Pembangunan 3 Juta Rumah yang dicanangkan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Pencapaian program tersebut diyakini mampu menuntaskan backlog perumahan, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai asosiasi pengembang tertua, terbesar, tepercaya dan sebagai kontributor perumahan terbanyak, maka REI adalah kekuatan terdepan yang paling siap merealisasikan target pembangunan 3 juta rumah tersebut,” ujar Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto dalam keterangannya, saat menjadi narasumber pada acara diskusi “Peluang dan Tantangan Program Rumah Subsidi” yang diselenggarakan BPP Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) secara zoom online, Jumat (2/8/2024).

Berdasarkan data SiKumbang, pada 2023, REI berkontribusi sebesar 44,6 persen terhadap realisasi pembangunan rumah bersubsidi, dan 55,4 persen untuk rumah komersial (nonsubsidi).

Sementara per 23 Juli 2024, realisasi rumah subsidi anggota REI mendominasi sebesar 46 persen, dan 54 persen untuk rumah komersial.

Untuk menyukseskan program 3 juta rumah, REI bahkan telah menyiapkan beberapa strategi.

Baca juga : Dudung Dorong Pemuda Songsong Indonesia Emas

Pertama, mendorong pemerintah untuk menyiapkan captive market-nya terlebih dahulu melalui data profiling mengenai kriteria, siapa dan dimana saja masyarakat yang membutuhkan rumah.

Dengan adanya profiling yang jelas by nama by address, maka saat program 3 juta rumah ini berjalan nantinya akan inline antara pasokan dan permintaan.

Profiling terhadap data backlog ini perlu dilakukan sehingga rumah yang dibangun nantinya dapat ter-deliver secara baik, terjaga dan tepat sasaran,” ujar CEO Buana Kassiti Group itu.

Kedua, REI bersama LM Universitas Indonesia sedang melakukan riset untuk menghitung secara lebih akurat seberapa besar sebenarnya dampak industri properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, REI juga sudah menyiapkan peta jalan (road map) untuk menyelesaikan backlog perumahan melalui pendekatan propertinomic.

Road map ini sudah kami sampaikan langsung kepada presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto. Beliau sangat mengerti dan memahami persoalan yang terjadi di sektor perumahan serta paham pentingnya perumahan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Joko Suranto.

Baca juga : Implementasi Program Pentahelix, BNPT Kembangkan KTN di Sukamakmur

Ketiga, REI saat ini tengah memitigasi beberapa peraturan yang perlu disinkronisasi dan diharmonisasi.

Keempat, REI sedang memperdalam kajian terkait dana pendampingan untuk mendorong percepatan pencapaian 3 juta rumah terutama untuk pendampingan bagi kelompok masyarakat sedikit di atas MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) yang berpenghasilan Rp8 juta – Rp15 juta per bulan.

Sumber dananya dapat dihimpun dari dana pensiun, dana badan penjaminan sosial, dana asuransi dan sebagainya.

“Dengan asumsi sekitar 5 persen saja dari sumber dana tersebut dihimpun untuk pedampingan perumahan, maka potensi dananya diperkirakan mencapai Rp163 triliun. Dana sebesar itu cukup besar untuk menjamin tingkat suku bunga KPR yang tetap (flat) minimal hingga 10 tahun, dan selanjutnya bisa bunga floating,” paparnya.

Jika dana pendampingan ini tersedia, kata Joko Suranto, maka setidaknya dapat memenuhi pembiayaan untuk sekitar 600 ribu hingga 800 ribu unit rumah per tahun dengan harga antara Rp300 juta sampai Rp500 juta per unit yang bisa menjadi modal bagi capaian program 3 juta rumah.

Kelima, yang paling terpenting ujar Joko Suranto, REI mendorong penuh terbentuknya Kementerian Perumahan dan Pengembangan Perkotaan yang memiliki kewenangan merencanakan dan mengeksekusi pembangunan perumahan nasional.

Baca juga : ICHITAN Kembali Hadirkan Program Bagi – Bagi 300 Juta di Tutup Botolnya

Sementara itu, Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN Hirwandi Gafar mengatakan, perlunya dukungan penuh semua pemangku kepentingan terhadap pencapaian program 3 juta rumah, karena sektor perumahan, memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian bangsa serta membangun peradaban dan kecerdasan bangsa.

“Sektor perumahan memiliki multiplier efek terhadap 185 subsektor industri yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Selain meningkatkan penyerapan tenaga kerja, karena dibutuhkan 5 pekerja untuk pembangunan setiap 1 unit rumah. Sektor ini juga meningkatkan penerimaan negara dari pemasukan pajak,” ujar Hirwandi.

Selain kontribusi terhadap sektor ekonomi, kata Hirwandi, sektor perumahan mempunyai dampak pada kehidupan, kesejahteraan sosial, dan kecerdasan bangsa.

"Oleh karena itu diperlukan adanya program pembiayaan yang affordable dab equitable bagi seluruh kelompok masyarakat," ujar Herwandi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.