Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Proyek PLTSa Mulai Digarap Akhir Bulan Ini
Jabar Sulap Sampah Jadi Setrum 35 MW
Senin, 12 Agustus 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bakal memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan kapasitas 34 Megawatt (MW). Pembangunan pembangkit ini akan dimulai akhir bulan ini.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Presiden Jokowi dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) PLTSa pada akhir Agustus 2024.
Sumber daya sampah untuk PLTSa itu bersumber dari Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung.
“TPPAS Legok Nangka itu diperkirakan mampu mengelola 2.000 ton sampah per hari. Dan diproyeksikan mampu menjadi PLTSa,” kata Luhut usai meninjau Sektor 9 Sungai Citarum, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (10/8/2024).
Baca juga : Tokopedia Kasih Panggung Lebih Luas Ke UMKM Lokal
Luhut menuturkan, Pemprov Jabar juga akan menjalankan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) menggunakan insinerator.
“Makanya insinerator lokal akan kita jalankan untuk mengurangi timbulan sampah (volume atau berat sampah) yang dibuang ke TPPAS Legok Nangka,” jelas Luhut.
Luhut menyebut, terdapat 17 TPSTdi Jabar yang mampu mengelola 1.281 ton sampah sehari. Kemudian ada 10 insinerator dengan pengelolaan 2.000 ton sehari.
Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin mengatakan, pembangunan TPPAS Legok Nangka sangat dinantikan, setelah terjadi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, yang menyebabkan penumpukan sampah di mana-mana.
Baca juga : DPRD: Biar Kapok, Kirim Gepeng Bandel Ke Rutan
TPPAS Legok Nangka ini bakal menampung sampah dari Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, plus Kabupaten Garut dan Sumedang.
“Sampah memang menjadi masalah besar di Jabar, selain transportasi. Melalui bantuan dan kerja sama, inisiasi sejak 2002, atau 22 tahun kemudian ini baru ada Perjanjian Kerja Sama (PKS)-nya. Saya sebetulnya deg-degan, tapi saya yakin,” kata Bey.
Bey berharap, proyek ini bisa berjalan lancar, dengan adanya dukungan bupati/wali kota.
Bey mengungkapkan, pembangunan TPPAS Legok Nangka membutuhkan proses yang tidak sebentar. Karena selain untuk pembuangan, pengolahan, dan pemrosesan sampah, tempat tersebut juga diproyeksikan menjadi PLTSa.
Baca juga : Barcelona Vs Monaco, Olmo Panaskan Mesin Gol Barca
Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari. Dan menghasilkan listrik hingga 35 MW.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya