Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemukiman Rawan Kebakaran, Kilang Balikpapan Inisiasi Kampung Siaga Bencana
Kamis, 22 Agustus 2024 20:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Permukiman di sekitar Balikpapan terus tumbuh. Potensi ekonomi kota itu menjadi magnet yang menarik orang untuk mengadu peruntungan.
Akibatnya, permukiman semakin padat dan pengap, terutama yang berada di sekitar pantai. Terkadang rumah dibangun seadanya, sebagian besar menggunakan kayu karena berada di atas air laut.
Kondisi ini menyebabkan permukiman rawan akan bencana kebakaran. Percikan api dari konsleting listrik dapat menjadi malapetaka yang menakutkan.
Siapkah masyarakat Balikpapan menghadapi dan menangani bencana kebakaran yang akan merugikan materi dan non materi itu? Harus siap dan dipersiapkan.
Itulah sebabnya, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Unit Balikpapan dengan dukungan Dinas Sosial Kota Balikpapan telah menginisiasi pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kelurahan Margasari dan Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan.
Inisiasi ini ditandai dengan penyusunan rencana program dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan, di Aula Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, pada akhir September 2021.
Baca juga : Hadiri Pembukaan Restoran Rumarasa, Bamsoet Dorong Peningkatan Bisnis Kuliner Tanah Air
Program KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana melalui tiga tugas pokok KSB yaitu adaptasi, mitigasi, dan penanganan bencana.
“Program ini sudah berjalan sekitar tiga tahun. Kami menyadari salah satu pendekatan yang efektif dalam mengurangi risiko bencana adalah dengan mendorong kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat melalui program Kampung Siaga Bencana," kata Dodi Yapsenang, Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, baru-baru ini.
Baca juga : Pompa Semangat Pekerja Migran, BP2MI: Buktikan Indonesia Bangsa Pejuang
Menurut Dodi, Kilang Balikpapan akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko bencana, membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat, dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat, mengorganisasikan masyarakat terlatih siaga bencana.
“Kami berusaha menjamin terlaksananya kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat yang berkesinambungan serta mengoptimalkan potensi dan sumber daya untuk penanggulangan bencana,” kata dia.
Bencana merupakan hal-hal yang dapat terjadi kapan saja. Maka, kata Dodi, yang diperlukan kesiapsiagaan terhadap bencana yang dimulai dengan pengetahuan mengenai bencana itu sendiri serta nantinya diperkuat dengan peningkatan kapasitas para para relawan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya