Dark/Light Mode

Dukung Kebijakan Ramah Ke Negeri Tetangga

Kadin Galang Investasi Garap Potensi Borneo

Senin, 26 Agustus 2024 07:00 WIB
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (Tengah). Foto: Dok. Kadin Indonesia
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid (Tengah). Foto: Dok. Kadin Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dan Borneo Economic Community (BEC) tengah menyusun strategi untuk mengembangkan Pulau Kalimantan (Borneo). Langkah ini diyakini akan menjadi salah satu kunci mendukung target Pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Indonesia menerapkan ke­bijakan tetangga yang baik atau Good Neighbor Policy demi menarik minat pengusaha asing berinvestasi di Ibu Kota Nusan­tara (IKN) dan Borneo.

Untuk meningkatkan investasi tersebut, Kadin, ASEAN-BAC dan BEC sudah berkolaborasi menggelar Borneo Economic Forum (BEF).

Baca juga : Pemain Judol Rawan Lakukan Kriminalitas

Event ini untuk memperkuat kerja sama dan pertumbuhan bersama di antara negara-negara ASEAN, yang tergabung dalam Borneo Economic Community.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, Forum Ekonomi Borneo sangat penting digelar sebagai wadah untuk mem­bahas dan merumuskan solusi bagi pengembangan ekonomi di Pulau Kalimantan. Karena,

BEF dapat meningkatkan in­vestasi ke IKN, mendorong ekono­mi Pulau Kalimantan secara merata. Dan berkontribusi terhadap pereko­nomian nasional demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Hellas Verona Vs Juventus, Si Nyonya Tua Buru Kemenangan Kedua

“Good Neighbor Policy yang digagas Presiden terpilih Prabo­wo Subianto menjadi salah satu fokus penting dalam forum ini,” kata Arsjad, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (24/8/2024).

Melalui proyek-proyek ekono­mi yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darus­salam, Good Neighbor Policy dapat diimplementasikan secara efektif, memberikan manfaat bagi seluruh wilayah ASEAN.

Menurutnya, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sekitar 165 miliar dolar AS, Borneo memiliki posisi strategis sebagai pusat integrasi ekonomi dan perdagangan regional, terutama dengan hadirnya IKNdi Kalimantan Timur.

Baca juga : Panas, Kursi Swiatek Digoyang Sabalenka

Borneo berperan penting menjadi salah satu epicentrum of economic growth menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen yang didorong Pemerintah terpi­lih Prabowo-Gibran.

“Sekaligus mengoptimalisasi potensi kolaborasi ekonomi di Borneo yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Brunei, sebagai bagian dari good neighbor policy,” kata Arsjad.

Borneo juga berpotensi menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan melalui solusi berbasis alam, energi terbarukan, ekowisata, dan pasar karbon.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.