Dark/Light Mode

Kinerja BUMN Melesat, Erick: Terima Kasih Pak Jokowi dan DPR

Senin, 2 September 2024 16:11 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: X)
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: X)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, Kementerian BUMN tidak sendirian dalam mencapai keberhasilan meningkatkan kinerja dan kontribusi BUMN kepada negara dan masyarakat.

Menurutnya, Presiden Jokowi dan Komisi VI DPR yang sejak awal mendorong penuh upaya Kementerian BUMN memajukan perusahaan-perusahaan pelat merah, punya peran besar.

"Tentu, saya mengucapkan ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo atas kepercayaannya, juga DPR melalui Komisi VI," ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9/2024).

Baca juga : Pidato Politik Prabowo: Terima Kasih Jokowi, Gerindra Di Belakang Bapak

Erick menuturkan, Kementerian BUMN menghadapi berbagai tantangan besar dalam membenahi kondisi BUMN. Hal ini memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, untuk mampu merealisasikan target yang dicanangkan.

"Kita tidak mungkin bisa menyelesaikan pekerjaan, tanpa kepercayaan penuh dari Bapak Presiden dan DPR. Contohnya dalam mendorong restrukturisasi Jiwasraya, Asabri, Waskita Karya, Wijaya Karya, Krakatau Steel, Pelabuhan Indonesia, hingga Garuda Indonesia," papar Erick.

"Presiden dan Komisi VI memiliki andil besar dalam keberhasilan meningkatkan kontribusi fiskal kepada negara melalui setoran dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PBNP) dalam tiga tahun terakhir, yang mencapai Rp 1.940 triliun," imbuhnya.

Baca juga : KPK Tegaskan, Menteri BUMN Erick Thohir Tak Terkait Kasus DJKA dan ASDP

Kontribusi fiskal sebesar Rp 1.940 triliun itu terdiri dari pajak sebesar Rp 1.391,4 triliun, PNBP dan lainnya sebesar Rp 354,2 triliun, dan dividen sebesar Rp 194,4 triliun.

Dengan dukungan banyak pihak, Erick mengatakan, setoran dividen terus melesat hingga Rp 81 triliun pada 2023 atau naik dibanding 2021 yang tercatat Rp 30 triliun, dan 2022 sebesar Rp 40 triliun. 

"Kalau kita lihat, kontribusi perpajakan terus meningkat karena kinerja perusahaan memang membaik," kata Erick.

Dia menambahkan, kondisi BUMN dari aspek bisnis juga dibarengi dengan upaya peningkatan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

Baca juga : Marselino Ferdinan Ke Oxford United: Terima Kasih Pak Erick Thohir

Perbaikan GCG ini antara lain ditunjukkan dengan program bersih-bersih BUMN yang melibatkan banyak pihak.

Sejak awal, Erick mengaku sangat terbuka dan menggandeng KPK, Kepolisian, Kejaksaan Agung, BPK, dan BPK dalam membongkar kasus korupsi di BUMN.

"Soal isu hukum, sejak awal saya mendukung dan mendorong keterbukaan. Jadi, kalau memang ada pembicaraan di publik soal BUMN A korupsi, kami senang. Karena itu memacu kami untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh dan detail," tutur Erick.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.