Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi pagi ini bertolak ke Kendal, Jawa Tengah untuk meresmikan pabrik baterai lithium milik PT Indonesia BTR New Energy Material. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/8/2024).
"Presiden akan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Kendal untuk meresmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Lithium PT Indonesia BTR New Energy Material," kata Yusuf.
Baca juga : Perluas Startup Digital, Telkom Resmikan IndigoSpace Ke 6 Di Bali
Yusuf mengatakan, nilai investasi tahap 1 pabrik tersebut sudah terealisasi sebesar 478 juta dolar Amerika Serikat dengan kapasitas produksi bahan anoda baterai 80 ribu ton/tahun.
Kepala Negara dan rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 07.30 WIB.
Baca juga : Kemendagri Presentasikan Kemajuan Kota Cerdas di Forum ASCN
Presiden dan rombongan diperkirakan tiba di Pangkalan TNI Utama AD Ahmad Yani, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, sekitar pukul 08.20 WIB.
Dari Kota Semarang, Presiden dan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Kendal dengan menggunakan mobil. Usai peresmian, Presiden akan bertolak kembali menuju Jakarta melalui Pangkalan TNI Utama AD Ahmad Yani, Kota Semarang.
Baca juga : Salesforce Tunjuk Country Leader dan Resmikan Kantor Baru di Indonesia
Untuk diketahui, BTR telah merampungkan pabrik tahap pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dalam waktu 10 bulan dan saat ini menjadi pabrik anoda terbesar di dunia.
Setelah tahap I dan II selesai, Indonesia diperkirakan juga akan menjadi produsen bahan anoda baterai litium-ion terbesar kedua di dunia dengan total produksi 160.000 ton.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya