Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,12 persen ke level Rp 15.475 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.455 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang minus 0,18 persen, baht Thailand melemah 0,11 persen, yuan China turun 0,16 persen, peso Filipina minus 0,16 persen, won Korea Selatan minus 0,32 persen, dolar Singapura melemah 0,08 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Melemah Ke Posisi Rp 15.467
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,15 persen ke level 101,64. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,10 persen ke level Rp 17.035, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,15 persen ke level Rp 20.168, dan terhadap dolar Australia naik 0,21 persen ke level Rp 10.268.
Analis Pasar Keuangan dan Komoditas, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah melemah imbas data ekonomi AS yang positif. Data positif itu memperkuat keyakinan investor bahwa pemangkasan suku bunga the Fed akan lebih rendah dari perkiraan pasar.
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 15.389
"Investor juga masih berhati-hati mengantisipasi data inflasi AS yang merupakan data penting terakhir sebelum keputusan FOMC besok," katanya, Selasa (10/9/2024).
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 15.400 per dolar AS-Rp 15.500 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya