Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Atasi Kesenjangan Pendidikan
HP Futures Initiative Galang Pertemuan 100 Pakar Dunia
Selasa, 10 September 2024 19:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - HP Futures Initiative memprakarsai pertemuan lebih dari 100 pakar pendidikan dan pembuat kebijakan di seluruh dunia untuk mengatasi kesenjangan pembelajaran global.
"Laporan penting HP Futures yang dikeluarkan hari ini oleh konsorsium para ahli global menyatakan bahwa Indonesia dan negara-negara di seluruh dunia perlu mendorong investasi di pendidikan meskipun tengah menghadapi tantangan ekonomi," demikian rilis yang diterima Rakyat Merdeka.
Baca juga : Hasil Audit ICAO, Keamanan Penerbangan Indonesia Di Atas Rata-rata Dunia
HP Futures initiative yang diprakarsai oleh pemimpin teknologi global HP dalam kemitraannya dengan Global Learning Council dan T4 Education telah mengumpulkan lebih dari 100 pakar pendidikan dan pembuatan kebijakan termasuk mantan kepala negara, menteri pendidikan, akademisi, pendidik, dan pemimpin dari LSM dan pengusaha dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
HP pun memperkenalkan program baru untuk meningkatkan pengembangan kompetensi digital pada generasi mendatang. Yakni HP Read.ai dan HP EdTech Incubator.
Baca juga : Bahas Pengamanan Pilkada, Polres Bone Undang Para Lurah Dan Kepala Desa
Chief Commercial Officer at HP & HP Futures Chair, David McQuarrie mengatakan bahwa dengan lanskap yang berkembang pesat dan didorong oleh AI dan inovasi teknologi lainnya membuat generasi mendatang membutuhkan keterampilan dan kefasihan digital yang akan memungkinkan mereka untuk berkembang di abad ke-21.
“Tujuan kami dengan HP Futures initiative adalah untuk memberikan rekomendasi yang berdampak untuk mendorong aksi nyata menuju pendidikan yang lebih adil dan inklusif," ujar David.
Baca juga : Komisi X Telusuri Distribusi 20 Persen Dana Pendidikan
Di saat bersamaan, Founder & CEO of T4 Education, Vikas Pota mengatakan merupakan skandal internasional bahwa fakta dalam 2 dekade menuju abad ke-21, 70 persen anak-anak di seluruh dunia tidak dapat membaca dan memahami tulisan sederhana pada usia 10 tahun. "Mengeluarkan anggaran bukan hal yang mudah saat ini. Namun investasi di dunia pendidikan adalah investasi bagi masa depan bangsa dan dunia. Penuhi keterampilan guru dan murid. Saya berharap ini dapat menjadi komitmen yang dibuat oleh seluruh bangsa untuk generasi mendatang," terang Pota.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya