Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dipastikan pulang dengan tangan hampa dari ajang bulutangkis Japan Open 2024. Kekalahan dua ganda putra di semifinal, membuat asa Indonesia pupus.
Berlaga di Arena Yokohama, Sabtu (24/8/2024), pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana kalah dari wakil Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin 21-19, 21-17. Sedangkan pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin kalah dari wakil Korea Selatan Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae 21-12, 15-21, 19-21.
Usai pertandingan, Leo mengaku, kurang tampil maksimal di laga itu. Dia mengaku, penampilan mereka tidak sesuai dengan harapan. Meski sudah mencoba dengan upaya yang mereka miliki.
“Kami harus mencoba lagi di kesempatan selanjutnya,” kata Leo.
Lebih lanjut, Leo dan Bagas menyoroti pertahanan mereka yang kurang solid. Serta melakukan beberapa kesalahan sendiri yang membuat lawan mendapatkan poin. Dia bilang, pertahanan mereka tidak sesolid seperti di laga sebelumnya. Menurutnya, itu karena lawan yang agresif dan juga faktor angin.
Baca juga : Jokowi-KPU 100 Persen Ikut Putusan MK
“Shuttlecock saat saya pukul tidak mau turun, terasa masih mengambang,” terangnya.
Sedangkan, Bagas mengakui, dari sisi permainan dia banyak mati sendiri. Pukulan-pukulannya terasa kurang enak. Kendati demikian, dia mengklaim, sudah mencoba mengeluarkan pukulan-pukulan yang enak.
“Tapi masih susah untuk menghasilkan angka,” jelas Bagas.
Kendati tersingkir, secara keseluruhan penampilan pasangan anyar yang baru melakukan debut di turnamen resmi dinilai cukup baik. Namun, menurut Bagas, mereka harus tetap bekerja keras dan menjaga komunikasi. Serta harus saling yakin dengan partner. Katanya, ke depan, porsi latihan harus ditambah.
“Harus lebih keras. Ini karena masih banyak kesempatan di depan,” ujarnya.
Baca juga : Kata Hasto, Anies Tak Harus Jadi Kader Banteng
Di laga lainnya, Fikri/Marthin harus kalah meski sempat mencuri satu gim. Fikri menilai, permainan mereka di pertandingan ini sudah cukup baik. Permainannya bisa bisa keluar. Meskipun hasil akhirnya belum berhasil dan belum beruntung.
“Kami sudah berusaha maksimal di lapangan,” kata Fikri.
Marthin menambahkan, di gim ke-3 mereka sudah memberikan perlawanan terbaik yang dimiliki. Permainan depannya juga lebih menekan dan menyerang. Tapi, memang sempat terlambat mengantisipasi di permainan depan. Hal itu membuat mereka lebih banyak bertahan.
“Ke depan kami harus berusaha lebih keras lagi,” katanya.
Meskipun langkah terhenti di babak empat besar Daniel mengaku semakin termotivasi untuk berkembang bersama. Ditambah, ada evaluasi-evaluasi dari pelatih. Menurut Marthin, memang ada cukup banyak yang harus dievaluasi. Meski tembus empat besar, mereka tidak boleh cepat puas.
Baca juga : Nasib Airin Masih Misterius
“Harus diperbaiki masing-masing agar bisa lebih kompak lagi,” tandasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 25 Agustus 2024 dengan judul Badminton Japan Open 2024, Garuda Pulang Tanpa Gelar
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya